Breaking News
Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

TERNYATA, Ada Virus yang Lebih Berbahaya dari Covid-19, Menkominfo Beri Penjelasannya

Johnny G Plate mengungkapkan adanya virus yang lebih berbahaya dari Virus Corona, Sabtu (5/6/2020).

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
(KOMPAS.com/ GITO YUDHA PRATOMO)
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (kanan). 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Johnny G Plate mengungkapkan adanya virus yang lebih berbahaya dari Virus Corona.

Menurut Johnny Virus tersebut merupakan infodemic atau virus informasi yang dapat menimbulkan kesimpang siuran berita bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, Johnny menyarankan agar sumber info ditanyakan pada pejabat yang memiliki level informasi memadai.

Terutama mereka yang dekat dengan presiden atau memiliki jabatan berwenang seperti dirinya.

Hal ini disampaikannya dalam acara Rosi KompasTV, Jumat (5/6/2020).

Johnny menyebutkan adanya dua bahaya besar yang tengah mengancam publik di Indonesia.

Yaitu pandemi Virus Corona dan virus informasi yang menyebabkan bertebarnya hoaks di masyarakat.

"Dua bahaya besar sekarang ini, virus ya, yang pertama ya Virus Covid-19 itu sendiri. Itu memang masalah yang sedang kita atasi," kata Menteri Komunikasi dan Informasi Ini.

"Tapi ada virus juga, yang sama bahayanya bahkan lebih bahaya, yaitu infodemic-nya, virus informasi. Ini yang mengisi ruang publik kita terlalu banyak," ungkapnya.

Johnny menyebutkan munculnya virus informasi tersebut tak lepas dari dua sumber, yaitu pihak pemerintah dan media yang memberitakan.

"Yang satu sumber informasi dan konten, itu dari pemerintah pastinya. Yang kedua dari transmitternya, media yang menyampaikannya," ujar Johnny.

Terkait hal tersebut, Johnny lalu mengungkapkan persetujuannya agar sumber informasi mengenai kebijakan pemerintah pusat tidak berasal dari pemerintah daerah.

Ia menyebutkan sumber informasi harus berasal dari pihak yang dekat dengan sumber utama informasi tersebut.

"Saya setuju sekali, bahwa untuk keperluan informasi terkait dengan kebijakan pemerintah pusat, Presiden, sumber informasinya bukan ke kepala humas, misalnya, di pemerintah daerah, terlalu jauh ini," terang Johnny.

"Lebih cenderung salah ini. Kalau pemerintah belum memberikan konferensi pers misalnya, ya media istana itu ada," lanjutnya.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved