Breaking News:

New Normal

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra Minta Aturan Protokol New Normal Maskapai Dilonggarkan

Irfan Setiaputra berharap Kementerian Perhubungan beserta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melonggarkan protokol new normal bagi maskapai.

Editor: Glendi Manengal
Kolase Foto Tribunmanado/Istimewa
Irfan Setiaputra, Dirut Garuda Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beserta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  melonggarkan protokol new normal bagi maskapai.

Salah satunya adalah pelonggaran atas physical distancing. 

Menurutnya,  protokol penerbangan yang berlaku  saat ini  mengharuskan physical distancing di dalam pesawat. 

Cerita Tentang Ronny Bugis yang Menyimpan Rapat-rapat Penyerangan Novel Baswedan, Hampir 3 Tahun

100 Orang Serentak Berstatus ODP, Sebelumnya Bawa Sajam dan Ambil Paksa Jenazah Pasien PDP di RS

Kritik Soal Masa Transisi PSBB dari Anies Baswedan, Anggota DPRD DKI: Kebijakannya Tak Jelas

ILUSTRASI. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat menjadi pembicara pada Talk Show yang mengangkat tema Semangat Baru Garuda di Gedung BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). Irfan Setiaputra terpilih menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia Dalam Rapa
ILUSTRASI. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat menjadi pembicara pada Talk Show yang mengangkat tema Semangat Baru Garuda di Gedung BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). Irfan Setiaputra terpilih menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia Dalam Rapa (Tribunnews)

Protokol ini memberatkan maskapai.

Hanya jika masyarakat tetap menghendakinya, Garuda Indonesia akan melakukannya. 

Tak hanya itu, kewajiban setiap penumpang untuk menyertakan surat bebas covid-19 lewat tes swab polymerase chain reaction (PCR) juga memberatkan industri maskapai.

Biaya untuk melakukan tes swab polymerase chain reaction menghabiskan dana di kisaran Rp 2,5 juta per orang.

Makanya, "Saya berharap Kemenhub dan Gugus Tugas akan mengeluarkan policy (peraturan) baru new normal yang memungkinkan kami lebih terelaksasi dalam melakukan penerbangan ke depan," ujapnya, Jumat (5/6).

Usulan Irfan adalah menyederhanakan protokol terbang, antara lain cukup mewajibkan penumpang melakukan rapid test sebelum terbang.

“Layanan ini bisa  disediakan maskapai sehingga penumpang tidak perlu repot-repot mencari tempat pengecekan yang hingga saat ini masih sulit didapatkan,” ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved