Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

New Normal

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra Minta Aturan Protokol New Normal Maskapai Dilonggarkan

Irfan Setiaputra berharap Kementerian Perhubungan beserta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melonggarkan protokol new normal bagi maskapai.

Editor: Glendi Manengal
Kolase Foto Tribunmanado/Istimewa
Irfan Setiaputra, Dirut Garuda Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beserta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  melonggarkan protokol new normal bagi maskapai.

Salah satunya adalah pelonggaran atas physical distancing. 

Menurutnya,  protokol penerbangan yang berlaku  saat ini  mengharuskan physical distancing di dalam pesawat. 

Cerita Tentang Ronny Bugis yang Menyimpan Rapat-rapat Penyerangan Novel Baswedan, Hampir 3 Tahun

100 Orang Serentak Berstatus ODP, Sebelumnya Bawa Sajam dan Ambil Paksa Jenazah Pasien PDP di RS

Kritik Soal Masa Transisi PSBB dari Anies Baswedan, Anggota DPRD DKI: Kebijakannya Tak Jelas

ILUSTRASI. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat menjadi pembicara pada Talk Show yang mengangkat tema Semangat Baru Garuda di Gedung BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). Irfan Setiaputra terpilih menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia Dalam Rapa
ILUSTRASI. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat menjadi pembicara pada Talk Show yang mengangkat tema Semangat Baru Garuda di Gedung BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). Irfan Setiaputra terpilih menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia Dalam Rapa (Tribunnews)

Protokol ini memberatkan maskapai.

Hanya jika masyarakat tetap menghendakinya, Garuda Indonesia akan melakukannya. 

Tak hanya itu, kewajiban setiap penumpang untuk menyertakan surat bebas covid-19 lewat tes swab polymerase chain reaction (PCR) juga memberatkan industri maskapai.

Biaya untuk melakukan tes swab polymerase chain reaction menghabiskan dana di kisaran Rp 2,5 juta per orang.

Makanya, "Saya berharap Kemenhub dan Gugus Tugas akan mengeluarkan policy (peraturan) baru new normal yang memungkinkan kami lebih terelaksasi dalam melakukan penerbangan ke depan," ujapnya, Jumat (5/6).

Usulan Irfan adalah menyederhanakan protokol terbang, antara lain cukup mewajibkan penumpang melakukan rapid test sebelum terbang.

“Layanan ini bisa  disediakan maskapai sehingga penumpang tidak perlu repot-repot mencari tempat pengecekan yang hingga saat ini masih sulit didapatkan,” ujar dia.

Usulan pelonggaran lainnya adalah proses refund (pengembalian uang) ke penumpang.

Dengan rapid tes, maskapai bisa langsung melakukan refund kepada calon penumpang yang dinyatakan positif virus corona,” ujar dia.

Terkait jaga jarak, kata Irfan, masyarakat menginginkan  ada jaga jarak dalam pesawat. Protokol ini, kata Irfan, masih bisa dilakukan maskapai.

Di era kenormalan baru, Garuda juga menyiapkan protokol pelayanan baru,  seperti pemakaian face shield dan masker oleh awak kabin dan peningkatan sterilisasi alat makan dalam kabin.

Minuman dalam pesawat juga akan akan disediakan dalam bentuk botol bersegel untuk menghindari penggunaan gelas dan wadah makan lainnya.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved