Update Virus Corona Manado
Pemerintah Luput Data Warga Miskin, Tak Semua Tersentuh, Contohnya Keluarga di Kota Manado ini
Ambil contoh nasib keluarga miskin Sukani - Madina yang tinggal di Kelurahan Paniki Bawah Lingkungan 1, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beragam bantuan sosial pemerintah di masa Pandemi Covid 19 nyatanya belum menyentuh semua masyarakat miskin.
Ambil contoh nasib keluarga miskin Sukani - Madina yang tinggal di Kelurahan Paniki Bawah Lingkungan 1, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Covid 19 hampir 3 bulan bergulir tak satu pun jenis bansos dirasakan keluarga ini.
Layaknya warga miskin mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), dan lainnya.
Bantuan baik dari pusat dan daerah pun luput menyasar Keluarga Sukami -Madinah.
Keluarga Sukami - Madinah tinggal di rumah seadanya, beratapkan seng bekas dan balok bekas sisa bangunan dan dinding tripleks.
Sudah begitu tanah tempat tinggal juga hanya pinjam sementara yang sewaktu -waktu bisa diambil kembali pemiliknya.
Keluarga ini memiliki KTP dan KK Kota Manado.
"Sejak menikah 5 tahun lalu, kami sudah tinggal di sini dan sudah melapor ke Kepala Lingkungan sehingga sudah memiliki KTP dan KK," kata Yenny Madinah, Kamis (4/6/2020).
Yenni mengaku mesti sudah terdata sebagai warga Kota Manado, dengan kondisi banyak keterbatasan dalam hal kesejahteraan, bahkan belum masuk penerima Dana PKH.
Sehari-hari suami Yenni bekerja sebagai penjual kopi keliling demi menyambung hidup.
Sejak Covid-19 mewabah, penjualan kopi tak lagi bisa diandalkan, dan suaminya kini lebih banyak hanya di rumah.
Ia juga hanya ibu rumah tangga sempat dulunya membuka warung kopi di rumah, lagi-lagi karena dampak Virus Corona, sehingga warung kopi ini tak terelakan ditutup.
"Warung tutup juga karena sudah tidak ada pembeli yang datang," kata Yenni.
Otomatis keluarga ini tidak memiliki pendapatan lagi.
Sekadar bertahan hidup untuk makan sehari -hari, Yenni mengatakan, mencoba menjual ayam kampung peliharaan sendiri di pekarangan rumah.
Sedikit terbantu dengan hasil kebun kecil yang diolah.
Yenni punya anak dari suaminya pertama yang saat ini baru lulus SMP, tidak lama lagi akan masuk SMA.
"Karena tidak masuk dalam PKH dan lainnya, sehingga anak saya juga tidak mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemerintah," ungkapnya.
Memang kata dia, saat pandemi Covid-19 ini, ada bantuan dari Kepala Lingkungan berupa paket sembako tak lama dikonsumsi sudah habis.
Ia berharap dengan kondisinya saat ini agar Pemerintah bisa memasukkan keluarganya di PKH dan program keluarga yang tidak mampu lainnya. (ryo)
BERITA TERPOPULER :
• Andre Taulany Kaget Saat Tahu Sule Punya Masalah, Ayah Rizky: Makin Gede, Anak-anak Sampai Kecewa
• Reino Barack Bongkar Aib Luna Maya, Kini Eks Ariel Noah Tertawa Saat Ungkap Jodohnya Ternyata Wanita
• Anak Pejabat Bersaing di Daerah, Keponakan Prabowo Jadi Penantang Putri Wapres di Pilkada Tangsel
TONTON JUGA :