Proyek Pesawat R80
Pemerintah Hapus Proyek Pesawat R80 yang Digagas BJ Habibie
R80 merupakan proyek pesawat buatan anak bangsa yang digagas mantan Presiden Habibie. Sebagai ganti pemerintah akan memproduksi drone.
Menurut Habibie, pesawat jenis baling-baling itu lebih efisien bagi jarak pendek karena kecepatan rata-rata 500 knot atau 926 kilometer per jam.
"Targetnya untuk melayani penerbangan jarak pendek hingga menengah pada bandara dengan landas pacu 1.300 meter,” kata Direktur Utama PT RAI Agung Nugroho, seperti dikutip harian Kompas, Jumat (29/9/2017).
Desain kabin dan kokpit pesawat R80 rancangan PT RAI (regio-aviasi.co.id)
Dalam membuat R80, Habibie bekerja sama dengan banyak pihak. Namun, yang paling penting adalah dukungan pemerintah.
"Yang kami butuhkan adalah dukungan pemerintah untuk financing bagian Indonesia. Bagian swasta dan luar negeri, mereka akan ikut kalau dari pemerintah ikut menyumbang," ujar Habibie, seperti ditulis Kompas.com, Rabu (11/9/2019).
Habibie membutuhkan dana Rp 200 miliar untuk membuat prototipe pesawat R80. Sementara itu, total kebutuhan dana untuk skala industri sekitar Rp 20 triliun.
Tak hanya meminta bantuan pemerintah untuk mewujudkannya, Habibie juga menggalang dana lewat Kitabisa.
Para donor bisa mendapatkan reward berupa wajahnya terpampang di badan pesawat.
Pesawat N245
Sementara itu, N245 juga merupakan pesawat buatan anak negeri. Diberitakan harian Kompas, Kamis (26/1/2017), pesawat N245 adalah pengembangan pesawat CN235 yang ditambah panjang atau dimodifikasi ekornya hingga kapasitas angkut bertambah dari 44 orang menjadi 50 orang.
Pengembangan pesawat ukuran menengah pengangkut 30-60 penumpang itu juga jadi keinginan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), 12 Januari 2015.
Pesawat dirancang memiliki beberapa pemberhentian atau menerbangi rute pendek sehingga bisa mengangkut dan menurunkan penumpang lebih banyak.
Sebagai gambaran, untuk rute Jakarta-Surabaya, N245 bisa singgah di Cirebon dan Semarang. Keuntungannya, waktu perjalanan antarkota jadi lebih singkat, nyaman, dan tidak kena macet.
Harapannya, pesawat itu bisa jadi angkutan penghubung antarpulau dan antarkota dengan landasan pendek. Pembangunan pesawat bisa mendukung program kemaritiman pemerintah.
Konsep negara maritim tetap butuh pesawat untuk mengamankan laut atau penghubung antarpulau.
Selain itu, pengembangan N245 juga penting untuk menggerakkan ekonomi atau meningkatkan kemampuan para perekayasa dirgantara Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/desain-pesawat-r80-rancangan-bj-habibie.jpg)