Update Virus Corona Dunia
Dampak Covid-19, Kini Patung Billiken di Osaka Jepang Tak Boleh Disentuh
Kini dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19, patung hanya boleh dielus di udara alias tidak dapat disentuh sehingga disebut Air Touch.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOKYO - Tempat wisata terkenal sekaligus tempat berdoa untuk kalangan pedagang di Jepang khususnya di Kuil Nilliken, Naniwaku Osaka, maupun di observatorium di Menara Tsutenkaku, kini menerapkan aturan baru.
Aturan tersebut dibuat agar patung tidak disentuh oleh pengunjung. Pengumuman pun ditunjukkan dengan kata-kata halus "Air Touch".
Biasanya orang ke sana datang menyentuh, mengelus-elus sang patung Billiken serta berdoa di depannya dengan harapan usaha dagangnya bisa sukses dan mendapat banyak rezeki.
Kini dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19, patung hanya boleh dielus di udara alias tidak dapat disentuh sehingga disebut Air Touch.
Billiken, yang akrab disapa Billiken-san di Jepang, adalah sebuah patung yang menyambut pengunjung di observatorium Menara Tsutenkaku di Shinsekai, Osaka.
Patung ini menunjukkan ekspresi aneh yang terlihat seperti senyum dan seringai, dan pose lucu. Namun, Billiken-san, sebenarnya adalah dewa yang pantas.
Ia dicintai sebagai dewa yang akan mendengarkan berbagai doa, baik itu untuk bisnis yang berkembang, lulus ujian masuk atau membuat pertandingan yang sukses, sehingga selalu ada orang yang berdoa kepada dewa khusus ini.
Patung kayu Billiken-san di Tsutenkaku terkenal, sehingga patung-patung lain dapat ditemukan pula di toko-toko dan bahkan di rumah-rumah penduduk.
Billiken-san adalah dewa keberuntungan yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari manusia.
Billiken Sebenarnya Dewa yang Lahir di AS?
Ada berbagai teori tentang asal-usul Billiken-san, tetapi secara umum diyakini diciptakan pada tahun 1908 oleh Florence Pretz, seorang seniman Amerika, berdasarkan dewa misterius yang dilihatnya dalam mimpi.
Belakangan, Billiken Company of Chicago mulai memproduksi dan menjual patung-patung Billiken.
Banyak orang di dunia terpesona oleh sosoknya yang unik dengan kepala runcing dan mata sipit, dan kemudian dikenal sebagai "Maskot untuk Kebahagiaan" dan "Dewa Keberuntungan".
Saat ini, Billiken adalah maskot resmi Saint Louis University di AS. Billiken diperkenalkan ke Jepang sekitar tahun 1909.
Menjadi populer, terutama di dunia geisha di Jepang sebagai dewa untuk keharmonisan dalam rumah tangga dan bisnis yang berkembang.