Penyebar Video Haters Syahrini: Ibu Rumah Tangga Suka Main Medsos

Polda Metro Jaya mengungkap motif penyebaran video porno mirip artis Syahrini di media sosial oleh akun Twitter @nyinyir_update_official.

Internet
Syahrini Jadikan Meme-meme Haters Ini Pelengkap Hiburan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap motif penyebaran video porno mirip artis Syahrini di media sosial oleh akun Twitter @nyinyir_update_official.  Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, motif pelaku menyebar video porno mirip Syahrini karena pelaku merupakan fans dari salah satu artis lainnya.

Wahyu Terjerat Dua Kasus Suap: Terima Rp 500 Juta untuk Loloskan Calon KPU Papua Barat

Yusri tak menyebutkan secara detail siapa public figure tersebut. Namun menurut keterangan MS, Syahrini diduga telah merebut orang terdekat dari public figure yang dia idolakan.

“Pengakuan awal yang bersangkutan bahwa ada satu kebencian kepada korban karena dia mengaku memang fans satu public figure juga yang ada. Dia menuduh bahwa si korban ini mengambil orang terdekat dari idolanya,” kata Yusri. “Sehingga timbul kebencian dari pelaku ini untuk membalaskan sakit hatinya idola dia. Apakah disuruh? Tidak, itu belum kita temukan, ini karena dia merupakan fansnya,” imbuhnya.

Polisi sebelumnya menangkap seorang perempuan berinisial MS yang merupakan pemilik akun @danunyinyir99 di kediamannya di Kediri, Jawa Timur, pada 19 Mei lalu. “Si pemilik akun ini memposting di akunnya itu, ada gambar disandingkan gambar Syahrini atau korban dengan gambar orang lain yang memang mirip dengan Syahrini dalam keadaan pornografi. Itu yang disebarkan akun ini,” kata Yusri.

Dalam keterangannya, MS mengakui memposting konten tersebut. MS juga tak menyangkal bahwa dirinya merupakan pemilik dari akun Instagram tersebut. Tindakan MS itu membuat netizen beranggapan bahwa Syahrini lah yang melakukan tindakan pornografi. “Akun ini memang followers-nya banyak sehingga banyak dugaan netizen bahwa Syahrini ini yang melakukan pornografi,” tuturnya.

MS sendiri sebetulnya merupakan seorang ibu rumah tangga biasa. Namun hobinya bermain media sosial membuat ia bisa mengelola akun dengan jumlah pengikut di Instagram lebih dari 106 ribu.

“Pekerjaan sehari-hari adalah ibu rumah tangga, tapi senang bermain media sosial. Bahkan kehidupan sehari-harinya dari sini, dengan followers yang banyak bisa jadi pekerjaan yang bersangkutan lewat endorse itu tadi,” ucapnya.

Yusri menyebutkan bahwa MS juga sudah banyak mendapatkan penghasilan dari akun yang dia kelola tersebut. Salah satunya lewat endorsement atau postingan berbayar. “Memang followers tersangka cukup besar, memang pekerjaannya setiap hari dia mendapat penghasilan dari endorse beberapa orang,” ungkap Yusri.

“Makanya ada beberapa barang bukti seperti buku tabungan yang saya sebutkan kemarin atas nama siapa itu, dia hanya mengatasnamakan di buku tabungan yang ada hasil endorsenya, dia gunakan buku tabungan dengan nama yang lain,” tambahnya.

Karya Lintang Terpajang di Toko Buku Terbesar di Amerika

Pelaku Lain

Selain MS, polisi juga masih mengejar pemilik akun lainnya. Polisi sempat mendatangi seseorang berinisial M yang diduga pemilik akun @rumpi.manja.official, namun rupanya, M sudah bukan pemilik dari akun tersebut. Akun itu sudah dijual dan sudah berpindah tangan sejak tahun 2019 lalu.

“Sempat diamankan oleh tim penyidik inisialnya adalah M. Dia ada di pulau Sumatera. Dari pengakuannya, akun itu dia yang membuat tahun 2019 akun itu sudah dijual kepada seseorang,” ungkap Yusri. “Sekarang masih dilakukan penelusuran akun itu. Masih berjalan, masih dalam pengejaran oleh tim cyber posisinya sekarang di daerah pulau Bali,” tambahnya.

Yusri mengatakan, dalam akun @rumpi.manja.official, terdapat sebuah kalimat yang membuat korban merasa tidak terima. Kalimat tersebut dinilai tidak benar dan merupakan sebuah tuduhan yang ikut mencemarkan nama baik dari korban dan keluarga besarnya. “Tuduhan tersebut bisa mencemarkan nama baik korban (Syahrini) dan bisa merugikan keluarga besarnya,” ungkap Yusri.

Orang Tua Siswa Galau Sekolah Dibuka: Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli

Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Polisi juga masih terus mendalami kemungkinan beberapa pihak yang mungkin terkait dalam kasus tersebut. “Ancaman hukuman kepada tersangka sesuai UU Pornografi paling lama 12 tahun denda sekitar Rp 250 juta sampai dengan Rp 6 miliar,” ujarnya. (tribun network/bay/ari/igm)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved