Kesaksikan Pendeta Kevin: Connie Mamahit Telah Hidup Bersama Tuhan
Sulawesi Utara berduka! Musisi lagu pop Manado yang belakangan menjadi evanglis dan penyanyi lagu rohani, Connie Maria Mamahit
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sulawesi Utara berduka! Musisi lagu pop Manado yang belakangan menjadi evanglis dan penyanyi lagu rohani, Connie Maria Mamahit meninggal dunia. Pemilik hits ‘Balada Pelaut’ ini menghebuskan napas terakhir di RSUP Prof Kandou, Rabu (27/5/2020).
• Vicky Lumentut: Selamatkan Warga Manado
Dunia hiburan Sulut pun kehilangan penyanyi yang ngehits di era 1980-an ini. Penyanyi asal Remboken, Minahasa ini tak hanya dikenal penyanyi pop, dia banyak menyanyikan ‘lagu makaaruyen’ atau lagu Minahasa.
Pendeta Kevin Sinolungan dalam kesaksiannya mengatakan, ia kenal Connie sejak menjadi artis top di Manado. Tapi dia menjadi dekat dengan Connie ketika di pelayanan gejawi.
"Setelah Ibu Connie sekolah Alkitab, kami juga ketemu di sana. Sementara mengikuti sekolah Alkitab, dia sakit lalu sesuai anjuran dokter harus istirahat di rumah," kata Kevin.
Lanjut Kevin, beberapa tahun kemudian ketemu lagi, dia sudah bergabung bersama Tim Barisan Anak Sorga (BAS) Ministry. "Pada tahun 2018 sekitar bulan Mei kalau tidak salah, kami pergi pelayanan di Talaud. Di situ kami menjadi lebih dekat," ujar Kevin.
Kevin yang bersama ayahnya sebagai pendeta di Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Desa Kinaleosan menyebut, pada 2019, Connie bersama tim pernah beberapa kali ke Kinaleosan dalam pelayanan dan bermalam.
Menurut Kevin, Connie orangnya baik, humoris dan suka menciptakan lagu rohani. Kevin bilang, saat di Talaud, ada sebuah lagu yang dia tulis ketika Tim BAS berada di tepi pantai Talaud. Lagu rohani yang liriknya diambil dari Alkitab bersama beberapa teman lainnya.
• Istilah Presiden Jokowi, Berdampingan dengan Covid-19
"Hanya saja belum sempat lagu itu direkam dan dirilis dia sudah dipanggil Tuhan. Dan selama ini dia memberi hidupnya untuk melayani Tuhan, terus dimana dia dipanggil untuk melayani, bersaksi dan memuji Tuhan. Tidak pilih-pilih tempat, di perkotaan maupun di pedalaman," katanya.
Kevin melihat komitmennya dengan Tuhan, setelah dia memberikan dirinya untuk melayani Tuhan tanpa dibayar ke manapun dia pergi.
Kepergian Connie, meninggal duka mendalam di kalangan artis Sulut. Penyanyi pop Manado, Melly Pandean mengatakan, musik daerah memiliki keunikannya yang luar biasa. Dari berbagai jenis lagu, penyanyi, lirik dan bahasa yang digunakan seolah menyatu menjadi harmoni dan memiliki makna yang khas. Ini yang membuat lagu-lagu daerah di Sulut tetap bertahan meski telah banyak genre musik yang muncul di era modern saat ini.
"Musik dan lagunya memiliki unsur budaya yang kuat. Misalnya Opa Wananatas itu memiliki makna yang sangat dalam," ungkap Melly kepada Tribun Manado.
Pelantun lagu-lagu jenaka yang sangat digemari masyarakat Sulut ini pun menjelaskan, eksistensi musik-musik daerah bisa dapat bertahan karena mempunyai lirik yang bagus dan kaya akan nilai-nilai budaya.
"Di situ musik itu memiliki unsur edukasi juga, misalnya dalam liriknya berisi nasihat untuk kehidupan sehari-hari, serta pengalaman ril yang dialami oleh masyarakat Sulut," terang Tante Melly, sapaan akrabnya.
Dia membandingkan lagu-lagu sekarang yang hanya menekankan alunan musik saja tapi tidak memiliki unsur edukasi untuk dinikmati. "Kalau sekarang hanya musik yang ditekankan sudah bukan maknanya lagi, yang penting so bagoyang tapi tidak mengerti arti dari lagu tersebut," jelasnya.
Dikatakannya, dia turut berduka dengan kepergian salah satu penyanyi ternama Sulut Connie Mamahit yang sudah malang melintang di bidang musik apalagi musik kedaerahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/connie-maria-mamahit.jpg)