Ramadan 2020

Cerita Tenaga Medis yang Tetap Tugas Melayani Pasien, Amat Sedih tak Bisa Lebaran dengan Keluarga

Merayakan lebaran jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai baru pertama kali terjadi disepanjang perjalanan kehidupannya.

Istimewa
Tenaga Medis di rumah sakit. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Sejumlah tenaga medis mencurahkan isi hatinya alias curhat, ketika akan merayakan hari yang penuh fitri atau Idul Fitri namun tidak bersama dengan orang tua, keluarga dan sanak saudara di rumah.

Pada perayaan Idul Fitri 1441 H tahun 2020 yang akan jatuh pada hari Minggu (22/5/2020), mereka malah tidak bisa pulang ke rumah berkumpul keluarga karena Pandemi Covid 29.

"Perasaannya, galau bercampur sedih ketika di tanya tidak bisa merayakan lebaran karena tugas," tutur Rahmat Ismiroja seorang tenaga medis di satu diantara rumah sakit di Kota Manado yang menanggani rujukan Covid 19, Jumat (22/5/2020).

Merayakan lebaran jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai baru pertama kali terjadi disepanjang perjalanan kehidupannya.

Mereka yang di tahun-tahun sebelumnya selalu bersama ketika merayakan lebaran, harus terpisah jarak ada di Primkop Kelurahan Girian Indah Kecamatan Girian Kota Bitung.

Sementara Rahmat harus stay di kosan di Kelurahan Malalayang Kota Manado, tidak bisa pulang ke rumah.

Dalam keadaan seperti ini Amat sapaannya berencana akan menunaikan sholat sendiri di tempat kos, sekalian menjaga kemungkinan untuk kontak dengan orang lain.

Namun begitu, selalu saja ada jalan yang diberikan Allah SWT untuk menolong hambanya melalui pergumulan itu. Lewat kemajuan dan kecanggihan teknologi saat ini amat bisa melepas kangen dan bersilahturahmi dengan keluarga melalui sambungan telpon dan video call.

"Ini tentunya dilakukan disela-sela melaksanakan pekerjaan," tandasnya.

Sementara itu tenaga medis lainnya Reychie Sanggel mengaku, sudah menjadi tanggung jawab sebagai tenaga medis yang melakukan pelayanan publik selama 7 hari seminggu dalam waktu 24 jam sehari.

Pria yang bertugas di ruang IGD ini, mengaku sedih kalau merayakan hari raya Natal tidak bersama dengan istri, anak-anak dan keluarga karena tugas dan tanggung jawab melayni pasien.

"Kan hari raya tidak setiap hari kita jalani, sehingga pasti muncul rasa sedih tidak bisa merayakan bersama keluarga," kata Reychie.

Apalagi di tengah pandemi Covid 19 banya masyarakat yang lebih membutuhkan pelayanan, dan bersyukur keluarga di rumah sudah menerima keadaan seperti ini.

Sama seperti Amat meski terpisah dari keluarga,bisa disasati dengan saling nelpon dan menggunakan keberadaan sosial media bisa video call untuk sekedar say hi.

"Hal begini kerap kami akukan ketika tidak ada pasien, bisa saling mengirim foto kegiatan keluargadi rumah khususnya anak-anak yang sedang bermain bisa menjadi obat rindu," tandasnya.(crz)

BERITA TERPOPULER :

 Ali Ngabalin Terdiam saat Ditegur dr Erlina, Jangan Tergiur: Saya Pegang Kata-kata Pak Ngabalin

 Detik-detik M Nuh Ngeprank Lelang Motor Presiden Jokowi Seharga Rp 2,55 M, Berlangsung Alot

 Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri Tahun 2020, Cocok Dibagikan ke Media Sosial Facebook dan Instagram

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved