Ramadan 2020
Kumpul Keluarga, Tapi Tak Boleh Dekat Anak Istri, Ironi Lebaran Tenaga Medis
Hal ini adalah sebuah kemewahan di masa Covid 19 bagi mereka yang lebih sering berada di garis depan perjuangan melawan Covid 19.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Libur Idul Fitri dimanfaatkan sejumlah tenaga medis di Kabupaten Bolmong untuk berkumpul dengan keluarga.
Hal ini adalah sebuah kemewahan di masa Covid 19 bagi mereka yang lebih sering berada di garis depan perjuangan melawan Covid 19.
Namun kemewahan itu mengandung ironi.
Dekat tapi harus menjauh.
Mereka berada di rumah tapi tak bisa terlalu dekat dengan keluarga.
Takutnya tubuh telah menyimpan wabah Covid 19 dan akan menularkannya pada istri anak.
Kendati selama ini berada di rumah, mereka mengurangi kontak dengan keluarga.
Bahkan ada yang rela pisah kamar.
"Memang sih ada perasaan takut, tapi mau bagaimana lagi, yang bisa dilakukan adalah kami menjaga kebersihan," kata Samsuri salah satu tenaga medis.
Ungkap dia, tenaga medis Bolmong yang beragama muslim diizinkan libur lebaran selama Minggu dan Senin.
Tugas mereka diambil alih oleh tenaga medis yang beragama Kristen dan Hindu.
Sebut dia, tak ada pesiar lebaran.
"Kami sesama tenaga medis saling mengunjungi lewat aplikasi zoom dan facebook, kami saling menguatkan satu sama lain," kata dia.
Namun ada pula tenaga medis yang musti lebaran di tempat isolasi.
Mereka adalah para bidan yang merupakan kontak erat dengan pasien 63 yang merupakan tenaga kesehatan Bolmong.
"Mereka belum bisa keluar, harus merampungkan satu rapid tes lagi," kata salah satu tenaga medis yang tinggal bersama mereka.