Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Heboh

Jika China Serang Demonstran Hong Kong Donald Trump Ancam Bakal Bertindak Keras

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump peringatkan China dengan sangat keras.

Editor: Alexander Pattyranie
Flickr
Donald Trump 

Jika AS telah memberlakukan langkah-langkah jarak sosial hanya satu minggu lebih awal pada pertengahan Maret 2020.

Menurut perkiraan dari Universitas Columbia di New York, jika AS telah memperkenalkan penguncian dua minggu

sebelumnya, pada 1 Maret, sebanyak 54.000 jiwa dapat diselamatkan pada 3 Mei.

Hingga saat ini, lebih dari 93.000 orang Amerika meninggal karena virus, jauh melebihi negara lain.

Juru bicara Gedung Putih Judd Deere, mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan temuan-temuan

Universitas Columbia, dengan mengatakan:

"Apa yang bisa menyelamatkan hidup adalah jika China transparan dan Organisasi Kesehatan Dunia telah memenuhi misinya".

Trump juga mengecam sebelumnya dengan mengatakan, "Itu adalah 'ketidakmampuan China dan tidak ada yang lain,

yang melakukan pembunuhan massal seluruh dunia ini."

Gedung Putih pada Rabu (20/5/2020) malam juga mengeluarkan serangan berskala luas terhadap kebijakan

ekonomi Beijing yang ganas, penumpukan militer, kampanye disinformasi dan pelanggaran hak asasi manusia.

China kembali mengancam tindakan balasansebagai tanggapan ketika Beijing membuka sidang parlemennya setelah

penundaan hampir tiga bulan karena pandemi.

Aktivis pro-demokrasi khawatir Beijing akan memberlakukan undang-undang baru setelah upaya sebelumnya pada 2003

untuk meloloskan RUU kontroversial di Hong Kong gagal setelah protes massal.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved