Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2020

Transaksi Gadai Warga di Pegadaian Kotamobagu Tembus Rp 108 Miliar Jelang Idul Fitri

Pandemi virus corona dan Idul Fitri ternyata mempengaruhi aktivitas warga menggadaikan atau menebus barang.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Pegadaian Kotamobagu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Pandemi virus corona dan Idul Fitri ternyata mempengaruhi aktivitas warga menggadaikan atau menebus barang.

Di Pegadaian cabang Kota Kotamobagu misalnya, transaksi tebus atau pelunasan naiknya mencapai 10-15 persen, dengan angka mencapai Rp 1 miliar. Pada bulan sebelumnya hanya 2-3 persen saja.

"Banyak warga yang tebus, karena kan saat hari raya biasanya pakai perhiasan," jelas dia.

Sedangkan untuk transaksi gadai, hingga bulan ini mengalami peningkatan yang sama mencapai 10-15 persen.

Ekonomi Merosot Warga Kotabunan Gadai Perhiasan untuk Persiapan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah

Angka transaksi gadai hingga saat ini sudah mencapai Rp 108 miliar. Kebanyakan dari pemilik toko emas yang menggadaikan emas lantaran pandemi corona.

"Kebanyakan barang yang digadai adalah perhiasan," kata Fahri Makoagow Kacab Pegadaian Kotamobagu, Kamis (21/5/2020).

Ia mengatakan, biasa yang melakukan gadai besar adalah pengusaha, apalagi saat susahnya akses keluar masuk daerah karena corona.Kebanyakan untuk mengamankan aset dengan gadai, dan ditebus saat situasi kondusif.

Fahri mengatakan, biasanya saat Idul Fitri kenaikannya hanya mencapai 2-3 persen.

"Kami saat ini memiliki nasabah mencapai 25 ribu orang, atau mengalami kenaikan 13 persen nasabah baru dari tahun 2018," jelas dia. (amg)

BERTAMBAH 30 Kasus menjadi 180, Ini Rincian Kasus Positif Covid-19 di Sulut

RINCIAN 30 Kasus Virus Corona Baru di Sulut, 3 Sudah Meninggal, 22 dari Transmisi Lokal Manado

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved