Breaking News
Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Indonesia

Pemerintah Beberkan Terkait Prediksi Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Naik hingga Lebaran

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto, sebut angka kasus Covid-19 akan terus naik.

Tayang:
(Dok. BNPB)
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto, Senin (23/3/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah kembali mengupdate Penanganan Virus Corona di Indonesia.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto, sebut angka kasus Covid-19 akan terus naik.

Achmad Yurianto, memprediksi angka kasus Covid-19 akan terus naik hingga lebaran tiba.

Jokowi Luncurkan Produk VCO Organik Karya Peneliti Unsrat, Berkhasiat Cegah Covid-19

Yurianto menjelaskan kenaikan tersebut diakibatkan oleh sejumlah faktor yang terjadi akhir-akhir ini.

Mulai adanya aktivitas mudik hingga fenomena berbelanja tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

"Kalau angka nasional sebenarnya prediksi kita sampai dengan lebaran ini pasti akan cenderung naik."

"Malah kita lihat minggu depan itu kalau aktivitas masyarakat tidak terkendali, kita masuk prediksi puncak nasional mestinya."

"Karena sebenarnya yang dikhawatirkan menjelang lebaran, ada tradisi belanja dan sebagainya akan terjadi," katanya saat dihubungi Tribunnews lewat sambungan telepon, Kamis (21/5/2020).

Yurianto kemudian juga menjelaskan angka kenaikan kasus pada hari ini yang hampir tembus 1.000 kasus.

Ia menyebut 973 kasus baru yang terkonfirmasi merupakan angka nasional yang tidak menggambarkan keadaan kabupaten maupun kota.

Menurut Yurianto meskipun angka nasional cenderung naik, terdapat beberapa daerah di Indonesia yang angka kasus stabil, bahkan turun.

"Ada beberapa kabupaten/kota yang angkanya cenderung turun dan stabil turun, ada yang masih fluktuatif, dalam artian masih naik turun. Dan ada pula daerah cenderung meningkat, rata-rata nasionalnya seperti itu."

"Contohnya seperti Aceh sudah hampir seminggu tidak ada kasus baru. Di Jakarta relatif turun. Tetapi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan cenderung naik. Untuk Jawa Tengah relatif datar," imbuhnya.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis, dari 973 kasus baru, 502 berada di wilayah Jawa Timur.

Yurianto menyebut penyebab ledakan angka tersebut karena adanya satu laboratorium di Jawa Timur baru melaporkan setelah terjadi akumulasi data hampir 4 hari.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved