Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Sulut

BREAKING NEWS, Kasus Virus Corona Sulawesi Utara Bertambah 28 Orang, Total 178 Kasus

Update terkini peta sebaran penanganan virus corona se-Indonesia kembali disampaikan pemerintah pusat, pada Kamis 21 Mei 2020.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO/GLENDI MANENGAL
Update Virus Corona Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Update terkini kasus covid-19 di sulut kembali bertambah hari ini.

Setelah sebelumnya pasien terkonfirmasi berjumlah 150, kini sudah bertambah 28 orang menjadi 178 orang.

Update terkini peta sebaran penanganan virus corona se-Indonesia kembali disampaikan pemerintah pusat, pada Kamis 21 Mei 2020.

4 Sikap Positif Ini Perlu Kamu Miliki untuk Menghadapi Pandemi Covid-19

Pada data sebaran terkini yang dibagikan di website covid19.go.id, menjelaskan bahwa Sulawesi utara pada hari ini terjadi penambahan pasien virus corona.  

Hal tersebut berdasarkan data sebaran terkini yang diinformasikan pemerintah pusat.

Tribunmanado masih menunggu informasi tambah dari satgas covid19 sulut.

Sebelumnya  Juru bicara Satgas Covid-19 Sulut Steaven Dandel mengumumkan rincian 24 kasus baru virus corona di Sulawesi Utara.

Sebelumnya menyampaikan rincian, dia terlebih dulu mengoreksi data update dari Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Pusat tentang penambahan kasus baru positif corona hari ini di Sulut.

“Ada double register dan ada satu hasil yang tidak signifikan,” jelas Dandel saat Jumpa Pers, Rabu (20/5/2020) malam.

Dengan koreksi tersebut, total akumulatif kasus positif di Sulut menjadi 150 kasus, bukan 152 sebagaimana yang diberitakan sebelumnya.

Penambahan 24 kasus baru ini menjadi yang terbanyak dalam perjalanan epidemiologi virus corona di Sulut.

Berikut rinciannya

Kasus 127: Laki-laki Umur 36 Tahun Asal Minahasa, Tidak ada riwayat perjalanan dan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi virus corona

Kasus 128: Laki-laki 26 Tahun Alamat Manado, bagian dari klaster faskes B

Kasus 129: Laki 35 Tahun Alamat Manado, yang bersangkutan terkoneksi dengan salah satu faskes B

Kasus 130: Laki 25 Tahun Alamat Manado terkoneksi dengan klaster Faskes B

Kasus 131: Laki-laki 25 Tahun Alamat Manado terkoneksi dengan faskes B

Kasus 132: Laki-laki 24 Tahun Alamat Manado terkoneksi dengan faskes B

Kasus 133: Laki-laki 35 Tahun Alamat Manado terkoneksi dengan Faskes B

Kasus 134: Perempuan 64 Tahun Asal Minahasa Tidak ditemukan riwayat dan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi virus corona

Kasus 135: Laki-laki 22 Tahun Asal manado, terkoneksi dengan klaster faskes B

Kasus 136: Perempuan usia 45 Tahun Asal Minahasa kontak erat resiko tinggi dengan kasus nomor 48 yang merupakan Balita usia 1 tahun.

Kasus 137: Laki-laki 21 Tahun terkoneksi dengan klaster faskes B.

Kasus 138: Laki-laki 31 Tahun Asal Minahasa, kontak erat tinggi dengan kasus nomor 48.

Kasus 139: Laki-laki 21 Tahun Asal Manado, terkoneksi dengan klaster pinasungkulan.

Kasus 140: Perempuan 72 Tahun Asal Minahasa, masih terkait dengan kasus 48.

Kasus 141: Perempuan 54 Tahun Asal Bolmong Tidak ditemukan riwayat perjalanan dan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi virus corona

Kasus 142: Laki-laki 18 Tahun, kontak erat resiko tinggi dengan kasus 79 yang terkoneksi dengan klaster pinasungkulan.

Kasus 143: Laki-laki 28 Tahun Asal Minahasa, tidak ada riwayat perjalanan ke luar daerah

Kasus 144: Perempuan, umur 50 tahun asal tomohon terkoneksi dengan kasus 118.

Kasus 145: Laki-laki 73 tahun Asal Minahasa, Kontak erat resiko tinggi dengan kasus 48.

Kasus 146:  62 Tahun asal Manado, kontak erat resiko tinggi dengan kasus 56.

Kasus 147: Perempuan 37 Tahun kontak erat resiko tinggi dengan kasus 57.

Kasus 148: Laki-laki 30 Tahun Asal Manado, tidak ada riwayat perjalanan

Kasus 149: Laki-laki, 37 Tahun kontak erat resiko tinggi dengan kasus 57

Kasus 150:  Perempua 64 Tahun, Manado, Kontak erat resiko tinggi dengan kasus 56.

Minta Jangan Lakukan Diskriminasi

Dandel pun meminta dengan sangat kepada masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi kepada pasien yang positif virus corona.

"Pasien sementara berjuang tapi malahan dikucilkan, keluarga mereka juga dibuat dengan tidak semestinya, karena tidak ada seorangpun yang ingin terpapar," tegas Dandel.

Setiap jumpa pers Dandel terus mengajak masyarakat agar terus berdoa kepada Tuhan, apapun agamanya agar pandemi ini cepat berakhir.

Jubir juga meminta, agar semua masyarakat saling topang menopang, agar virus ini cepat berakhir dan tidak ada diskriminasi.

"Mari kita selalu berdoa untuk para pasien," jelas Dandel.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved