Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Amerika Serikat dan China

BISA PERANG, Pesawat Pembom B-1B AS Terbang di Daerah China Disaat Sedang Memanasnya Kedua Negara

China dan Amerika Serikat (AS) semakin meningkat dan dikhawatirkan bisa berujung pada konflik terbuka antara angkatan perang kedua negara.

Editor: Glendi Manengal
Matamatapolitik
Ilustrasi Ketegangan China dan Amerika 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Makin memanas ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) semakin meningkat dan dikhawatirkan bisa berujung pada konflik terbuka antara angkatan perang kedua negara.

Diketahui pesawat pembom B-1B Lancer milik Angkatan Udara AS terbang di atas dekat perairan China di tengah memanasnya hubungan kedua negara.

Belakangan ini Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS belakangan ini meningkatkan operasi mereka di Laut China Selatan, Luat China Timur, Selat Taiwan dan Laut Kuning, saat Tiongkok tengah berupaya meningkatkan kehadiran militernya di perairan tersebut.

China Marah Amerika Serikat Karena Menjual Senjata Torpedo ke Taiwan

Memanas, Presiden Taiwan Tolak Syarat Satu Negara, Dua Sistem, China Reunifikasi Harga Mati

Trump: Pembunuhan Massal, Kembali Menyalahkan China soal Virus Corona yang Tengah Melanda Dunia

AS dan China
AS dan China (Istimewa)

Pengamat militer China memperingatkan hal ini berisiko terjadinya konflik terbuka militer kedua negara.

Mengutip South China Morning Post, Kamis (21/5),  Pasukan Udara Pasifik AS mengatakan di Twitter pada hari Selasa bahwa pesawat pembom B-1 melakukan misi di Laut China Selatan, hanya beberapa hari setelah latihan Angkatan Laut AS di dekat Hawaii.

Hal ini menunjukkan kredibilitas pasukan udara AS untuk mengatasi keamanan yang berbeda-beda dan tidak pasti.

Seperti diketahui, Beijing dan Washington telah terlibat dalam perang kata-kata terkait penanganan virus corona dan asal muasal virus corona yang telah  menewaskan lebih dari 324.000 orang dan menginfeksi hampir 5 juta orang di seluruh dunia.

Aksi saling menyalahkan antara kedua pihak telah menyebabkan keretakan hubungan kedua negara yang sudah tegang, dan memengaruhi berbagai kegiatan, termasuk jurnalisme, perdagangan, teknologi dan militer.

Angkatan Udara AS mengerahkan empat pesawat pembom B-1B dan sekitar 200 penerbangan dari Texas ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam pada 1 Mei 2020, mengatakan, misinya adalah mendukung pasukan udara pasifik dan melakukan pelatihan dan operasi dengan sekutu dan mitra AS di kawasan.

Li Jie, seorang spesialis militer yang berbasis di Beijing mengatakan, penyebaran militer AS menunjukkan bahwa AS berusaha menjaga pencegahan strategis (strategic deterrence) dengan Angkatan Udara AS melakukan 11 kali penerbangan pada bulan Maret dan 13 pada April di atas Selat Taiwan dan Laut China Selatan.

“Jelas, para pembuat keputusan di Pentagon tengah mencoba menggunakan pesawat pembom sebagai alat baru dalam pencegahan strategisnya terhadap Tiongkok".

"Kami akan melihat gangguan B-1 yang intensif ke wilayah udara di Selat Taiwan dan Laut Cina Selatan pada bulan Mei, ”kata Li.

Dia mencatat bahwa segera setelah pengiriman ke Guam, dua pembom B-1B terbang di atas Laut Cina Timur dan juga terbang di atas perairan lepas pantai timur laut Taiwan pada 6 Mei yang dia katakan merupakan indikasi kepada Taiwan bahwa AS belum melepaskan pengaruh militernya di wilayah tersebut.

Angkatan Udara AS mengirim dua pembom B-1B Lancers untuk penerbangan bolak-balik 32 jam di atas Laut Cina Selatan pada 29 April. 

Pesawat itu pembom B-1, B-2 dan B-52, tiga pembom strategis di AS.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved