Ramadan 2020
Bacaan Lengkap dan Tata Cara Shalat, Mengejar Lailatul Qadar di Malam ke 29 Ramadhan 1441
Malam Lailatul Qadar digambarkan Allah sebagai waktu yang lebih baik dari 1000 bulan. Hal ini diulas dalam Al Quran, Surat Al Qadr.
Seperti diketahui Bulan Ramadhan sudah memasuk hari ke 25 Ramadhan 1441 H. Itu artinya Bulan Ramadhan akan segera berakhir.
Umat Islam disunahkan semakin memperbanyak doa dan amalan ibadah di hari terakhir itu.
Berdasarkan Hadis yang diriwayarkan Rasulullah SAW, 10 hari terakhir bulan Ramadhan itu terdapat malam Lailatul Qadar.
Hal ini seperti sabda Rasulullah: "Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan." (HR. Imam Bukhari).
Hadis lain yaitu, Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata, "Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh di 10 terakhir di bulan Ramadhan lebih dari pada bersungguh-sungguhnya beliau di hari-hari lainnya." (HR. Muslim dan Ahmad).
Juga Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasannya "dahulu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam apabila telah masuk 10 terakhir beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Itu artinya malam Lailatul Qadar hanya akan didapatkan oleh orang yang sungguh-sungguh bertaubat.
Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Dimana Allah SWT akan memberikan ampunan atas dosa yang lalu.
Doa Lailatul Qadar
Rasulullah Muhammad SAW pernah mengungkapkan doa yang dibaca untuk dapat Lailatul Qadar.
Doa itu pendek sehingga sangat mudah dibaca. Berikut Doa Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu.
Aisyah berkata, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan?", beliau menjawab: "Ucapkanlah,
اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu anna" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku)." (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).