Ramadan 2020
Dilarang Bepergian Saat Lebaran, Begini Respons Warga Jakarta, Yuga: Masyarakat Akan Tetap Nekat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) yang melarang setiap orang keluar masuk Jakarta selama pandemi Covid-19.
"Masih rawan sekali untuk mudik. Kalau memang orang yang berusia muda kuat sama virus corona, bagaimana dengan orang-orang dengan usia 45 tahun ke atas? Kan sama saja membahayakan orangtua dan saudara kita sendiri," kata Aldo.
Aldo turut mengeluhkan tindakan para polisi yang dinilai belum efektif dalam menindak lanjuti warga yang tidak melakukan physical distancing.
"Saya sering bolak balik Bekasi-Kerawang-Tangerang, tapi polisi kadang hanya nongkrong, tidak ada pemeriksaan," ungkapnya.
Sementara itu, Fiqri, warga asal Bogor, menyarankan agar masyarakat dapat lebih bijak dalam mencerna pergub tersebut. Ia pun mengatakan bahwa masyarakat harus menilai kondisi di perjalanan serta kondisi saudara yang ingin dikunjungi.
• Satgas Covid-19 Sulut Sudah Periksa 14.615 Rapid Test, 376 Orang Reaktif
"Misalkan saya mau silaturahmi ke keluarga, mereka bukan PDP atau ODP atau yang memiliki gejala-gejala Covid-19, ya tidak masalah. Beda hal dengan keluarga PDP atau ODP ya jangan dikunjungi," kata Fiqri.
Meski terkesan bijak, namun Fiqri mengatakan saat ini pergub tersebut belum mampu mengatur masyarakat secara penuh. Ia menilai sebagian masyarakat sudah tidak peduli dengan anjuran berdiam diri di rumah.
"Peraturannya bijak, tapi orang sekarang lebih ke arah terserah. Faktanya banyak orang yang sudah tidak di rumah saja alias sering bepergian, saya juga begitu meski tetap menggunakan masker dan social distancing," ujar Fiqri.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Respons Warga Jakarta Kala Dilarang Bepergian Saat Lebaran