Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Viral Medsos

Asal Mula Kemunculan Tagar #Indonesia Terserah, Dimaknai Sebagai Pembiaran Negara Atas Warganya

Topik itu sendiri menggema sejak Jumat (15/5/2020) usai viral adanya kerumunan saat penutupan McD Sarinah dan adanya keramaian di terminal 2 BSH

(Twitter)
Kritik yang dilayangkan karena adanya pelonggaran pembatasan dan ketidakdisiplinan masyarakat selama masa pandemi virus corona melalui tagar #IndonesiaTerserah. 

Menurut dia, bentuk protes tersebut muncul karena kurang perhatian atau tidak adanya perhatian dari masyarakat terkait bahayanya Covid-19.

"Bagaimanapun, hari ini kuasa pengetahuan medis masih menjadi domain nakes, bukan yang lain. Ada yang protes yang ingin ditunjukkan karena terhadap peran yang harus mereka lakukan kurang diakui," kata dia.

Di sisi lain, pembicaraan mengenai "Indonesia Terserah" adalah bentuk perlawanan simbolik dari warga masyarakat.

Menurutnya ini menjadi penanda kepercayaan pada para pemimpin yang mulai tergerus.

 RINCIAN 2 Kasus Positif Covid-19 di Sulut, Total 116, Bocah Asal Minut dan Tenaga Faskes

Pembiaran negara

Hal ini menurutnya bisa saja dilatarbelakangi karena adanya beberapa hal seperti pengesahan UU Minerba, naiknya iuran BPJS, kebijakan yang plin-plan dan kesan tidak ada koordinasi antar kementerian dalam menyikapi pandemi yang kemudian membuat mereka kecewa.

“Tentu bukan perkara mudah pada masa ini, siapa pun pemimpinnya akan berat. Tapi kepedulian dan keberpihakan pada warga yang terdampak pandemi juga belum terlihat jelas,” katanya lagi.

Sehingga menurutnya kesan yang muncul dari pemerintah adalah pembiaran negara atas warganya.

“Sehingga wajar muncul ' Indonesia terserah'. Masyarakat mulai tidak peduli tentang apa pun yang akan terjadi, karena kepercayaan yang mulai luntur,” kata dia.

Siti juga menilai ini fenomena "Indonesia Terserah" bisa saja juga muncul berkat adanya kemajuan teknologi yang mempercepat pola pikir masyarakat menjadi lebih liberal.

"Teknologi menjadi sumber pengetahuan yang telah menghegemoni cara berpikir sebagian besar masyarakat, sehingga mereka memiliki cara sendiri untuk mengatur diri mereka sendiri, karena sejatinya dalam masyarakat liberal negara tidak perlu hadir sepenuhnya,” ucap dia.

Sehingga kemudian menurutnya masyarakat yang ada ada di fase ini justru lebih berdaya menghadapi pandemi baik dengan kehadiran negara ataupun tidak.

Ketua Gugus Tugas Beri Komentar

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta tenaga kesehatan tidak kecewa dengan situasi terkait penanganan dan pengendalian wabah virus corona di Indonesia.

Hal itu disampaikan Doni menanggapi viralnya tanda pagar (tagar) #IndonesiaTerserah di media sosial.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved