Update Virus Corona Boltim
Wakil Ketua DPRD Medy Lensun Soroti Intruksi Dibukanya Kembali Rumah Ibadah di Boltim
Sementara itu, Intruksi tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim Medy Lensun.
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar memberikan intruksi membuka kembali rumah ibadah di Boltim.
Hal tersebut disampaikan Bupati Boltim Sehan S Landjar dalam sambutan di rapat Paripurna DPRD terkait LKPJ 2019 di Kantor DPRD Boltim, Rabu (13/5/2020).
Sehan Salim Landjar mengatakan, meski dirinya membuka kembali rumah ibadah, para jemaat harus menerapkan protokol kesehatan sesuai protap Covid-19.
Sementara itu, Intruksi tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim Medy Lensun.
Medy Lensun menyoroti instruksi bupati terkait social distancing yang membuka kembali tempat-tempat ibadah yang sudah menjadi prosedur tetap (protap) satgas Covid-19 nasional yang meminta warga tidak melakukan pertemuan massal, baik itu di fasilitas umum, sosial maupun tempat ibadah.
"Saya bukan kapasitas untuk membatasi seseorang untuk beribadah, namun instruksi bupati membuka kembali tempat-tempat ibadah itu juga berlawanan dengan semangat memutuskan penyebaran Covid-19," ucapnya.
Menurutnya, meskipun instruksi tersebut dibarengi anjuran memakai masker, mencuci tangan dan sebagainya, itu tidak dapat menjamin seseorang tidak tertular.
"Yang unik dan aneh bin ajaib, waktu Boltim belum ada pasien positif Covid-19 aturan sangat ketat, aturan sesuai standar gubernur dan menteri dalam negeri, namun saat ini saat Boltim memiliki 1 pasien positif, peraturan malah dilonggarkan," ucapnya.
Ia menambahkan, dirinya sebagai anggota DPRD Boltim merasa salah satu poin dalam instruksi ini tidak tepat, apabila masyarakat, tokoh agama di masjid dan gereja merasa tidak nyaman, maka tidak perlu mengikuti instruksi tersebut.
Menurutnya, tidak seorangpun yang dapat menjamin tidak akan tertular berkumpul di suatu tempat pertemuan, karena yang kita hadapi ini tak bisa di lihat.
"Seharusnya kita taat dengan anjuran dan aturan dari pemerintah pusat, social distancing, physical distancing, jangan bertaruh nyawa dalam situasi seperti ini," ujarnya. (ana)
BERITA TERPOPULER :
• Gadis Yatim Piatu Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh Saat Sholat, Saat Ditemukan Masih Pakai Mukena
• Profesor Jepang Sebut Virus Corona Sangat Menakutkan, Akhir Tahun 2020 Muncul Lagi, Mengapa?
• Masih Ingat Surya Sahetapy? Terlahir Tuli, Putra Dewi Yull Ini Jadi Lulusan Terbaik di New York
TONTON JUGA :