Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2020

Renungan Ramadan 22 - Ramadan: Bulan Cinta dan Harapan

Kecintaan Allah kepada manusia dapat dilihat berbagai ciptaan-Nya di alam semesta (makrokosmos) serta manusia (mikrokosmos).

Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: Maickel Karundeng
istimewa
Yusno Abdullah Otta (Dosen Pascasarajana IAIN Manado, Wakil Rais Syuriyah NU Sulut). 

Oleh: Yusno Abdullah Otta (Dosen Pascasarajana IAIN Manado, Wakil Rais Syuriyah NU Sulut)

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Cinta menjadi sumber dan dasar penciptaan manusia dan alam semesta.

Dalam hadits qudsi, yang familiar di kalangan para Sufi, Allah mengungkapkan cinta-Nya tersebut, yang ditujukan kepada Rasulullah saw.,  “Kalau bukan karena Engkau (Muhammad saw), Kalau bukan karena Engkau (Muhammad saw) tidak Aku ciptakan alam semesta”.

Kecintaan Allah kepada manusia dapat dilihat berbagai ciptaan-Nya di alam semesta (makrokosmos) serta manusia (mikrokosmos).

Manusia adalah ciptaan terbaik Allah (Q.S. al-Tin [95]: 4) karenanya Allah menyediakan alam semesta ini demi menunjang keberlangsungan kehidupannya; yang kesemuanya ini merupakan nikmat.

Lebih dari itu, nikmat terbesar Allah Swt kepada manusia adalah diturunkannya pedoman hidup, al-Qur’ān, (manual book), yang dengannya manusia dapat mengarungi kehidupan ini tanpa tersesat dan salah dari tujuannya.

Sebagai ciptaan terbaik, manusia dibekali dengan dua jalan “al-uns” dan “al-jin”; yang pertama merupakan simbol Ilahiah sementara yang kedua adalah bentuk representasi iblis. Al-uns senantiasa mengajak kepada kebaikan namun tidak demikian dengan al-jin.

Selain itu, para sufi memahami al-uns sebagai cinta atau rindu.

Salah satu ajaran Islam yang terkandung dalam manual book itu adalah puasa selama sebulan di bulan Ramadan.

Ramadan adalah salah satu bulan istimewa karena pada bulan ini Allah menurunkan al-Qur’ān serta menyediakan satu malam yang sangat spesial, yakni malam Lailatul Qadar.

Seorang Mukmin yang mengisi malam Lailatul Qadar itu dengan ibadah, apapun jenis ibadahnya, maka nilai ibadahnya tersebut setara dengan seribu bulan atau hampir 83 tahun lamanya melaksanakan ibadah.

Karena beberapa keistimewaan yang terkandung didalamnya, maka Rasulullah saw mendeskripsikan bulan Ramadan dengan, “sekiranya umatku mengetahui apa yang terkandung dalam bulan Ramadhan niscaya mereka akan berharap seluruh bulan dalam setahun adalah Ramadhan”.

Kewajiban bagi setiap mukmin untuk berpuasa di bulan Ramadan, menurut para Sufi, merupakan ekspresi dan manifestasi cinta Allah Swt kepada manusia dan alam semesta.

Sebagai “khalifah” manusia adalah “wakil” Allah di bumi untuk tinggal, menjaga, serta memakmurkan dan menjaga kelestarian bumi sehingga memerlukan perangkat untuk mengemban amanah tersebut.

Bahwa cinta, tegas para sufi, merupakan perangkat terbaik yang dimiliki manusia agar dia sukses dalam menunaikan perannya. Cinta seorang mukmin, terlebih dengan kualitas terbaiknya, merupakan modal terbaik bagi kekuatan dirinya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved