Ramadan 2020
Sejarah Masjid Istiqlal, Berdiri di Atas Tanah Reruntuhan Benteng Belanda
Kubah Masjid Istiqlal memiliki ukuran berdiameter 45 meter. Angka 45 melambangkan tahun 1945, tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid terletak di tengah-tengah umatnya yaitu di Jalan Thamrin.
"Bung Hatta maunya di dekat Jalan Thamrin kenapa karena menghemat biaya, tanahnya sudah rata,
dekat dengan pemukiman muslim. Sedangkan kalau di sini harus meratakan benteng pertahanan
Belanda," ujar Didi.
Perselisihan antara Soekarno dan Hatta berjalan demokratis dan saling menghormati pendapat antar
satu sama lain.
"Sempat ada perselisihan. Perselisihan berkelas sangat demokratis," kata Didi.
Soekarno bersikeras karena ingin membangun Masjid Istiqlal di atas bekas benteng Belanda.
"Istiqlal dibangun di atas reruntuhan benteng pertahanan militer Belanda. Terdapat benteng militer citadel.
Selain itu Soekarno ingin Masjid Istiqlal dibangun dekat dengan Geteja Katedral.
"Simbol nyata toleransi antar umat beragama," imbuh Didi. (tribun network/denis)
• Pemprov Sudah Salurkan 89.860 Paket Sembako Lewat Lembaga Keagamaan
• UPDATE, Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 5.000 Menjadi Rp 908.000 Ribu Per Gram
• Sekjen MUI: Relaksasi PSBB di Rumah Ibadah Harus Didasari Aspek Keselamatan Jiwa Masyarakat
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sejarah Panjang Berdirinya Masjid Istiqlal Hingga Berdiri di Atas Tanah Reruntuhan Benteng Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/masjid-istiqlal.jpg)