Dampak Virus Corona
Pabrik Sepatu di Karawang Rumahkan 2.300 Karyawannya Karena Terimbas Virus Corona
Perusahaan PT Chang Shin Indonesia (CSI), pabrik sepatu Nike, merumahkan 2.300 karyawannya mulai 12 Mei 2020.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Perusahaan PT Chang Shin Indonesia (CSI), pabrik sepatu Nike, merumahkan 2.300 karyawannya mulai 12 Mei 2020.
Disampaikan manajemen perusahaan kebijakan itu diambil akibat adanya penurunan produksi lantaran terimbas pandemi Covid-19.
Menurut Senior Manager HR PT CSI, Susilo mengatakan, PT CSI memiliki dua pabrik yang berlokasi di Kecamatan Cikampek dan Klari. Pihaknya terpaksa merumahkan sebagian kecil karyawannya.
• Kabur ke Rumah Dukun untuk Berobat Setelah Diberitahu Hasil Rapid Tes Positif Virus Corona
• Pompeo Puji Israel Karena Berbagi Informasi Terkait Covid-19 dan Mengecam China Kurang Transparansi
• Kembali Ditemukan 7 Kasus Baru, China Langsung Mulai Upaya Pengujian Covid-19 Massal di Wuhan
"Kami memilih merumahkan karyawan ketimbang melakukan PHK terhadap satu orang pun," ujar Sosilo, di pabrik yang terletak di Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Rabu (14/5/2020).
Susilo mengatakan, pihaknya membagi beberapa spesifikasi karyawan yang dirumahkan.
Spesifikasi itu di antaranya karyawan yang sedang hamil, karyawan yang usianya di atas 45 tahun, karyawan yang memiliki riwayat penyakit berbahaya, dan karyawan yang mengajukan diri ingin dirumahkan.
Menurutnya, karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan gaji sebesar 60 persen, terhitung sejak dirumahkan.
"Mereka mulai tidak beraktivitas per 12 Mei 2020. Dengan demikian dari awal bulan sampai tanggal 11 Mei tetap dibayar 100 persen," ungkapnya.
Dirumahkan hingga Agustus 2020
Susilo menjelaskan, karyawan itu akan dirumahkan hingga Agustus 2020.
Perusahaan juga akan melakukan evaluasi setiap bulan. Setelah pandemi covid-19 berakhir, ia berharap semua karyawan yang dirumahkan bisa beraktivitas kembali.
"Per 2 Juni nanti akan kami review, kalau ada karyawan yang kami anggap perlu dikaryakan lagi, akan kami pekerjakan kembali. Begitu pun bulan berikutnya sampai Agustus," ungkapnya.
Perusahaan, kata dia, menerapkan prokoler kesehatan secara ketat bagi karyawan yang masih beraktivitas di pabrik. Mereka wajib menggunakan masker, masuk ke pabrik melalui bilik sanitasi, dan wajib mencuci tangan.
"Di dalam pabrik pun kami melakukan penyekatan sebagai upaya psyical distancing," ungkapnya.
• Anies Blak-blakan Mengaku Berdeda Pendapat dan Bingung dengan Sikap Kemenkes
• Kejadian Kocak Saat Zaskia Mecca Diwawancarai, Suami Mondar-mandir Tak Pakai Baju
• Kartika Putri Blak-Blakan Mengaku Sebelum Berhijab Banyak Disukai Suami Orang, Begini Kisahnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terimbas Corona, Pabrik Sepatu di Karawang Rumahkan 2.300 Karyawan"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-67867.jpg)