Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Impor Sapi Australia Diboikot China, Gara-gara Dukung Amerika soal Asal-usul Virus Corona

Dua produk ekspor Australia ke China yaitu gandum dan daging sapi kena getah dari China, setelah mendukung Amerika dalam penyelidikan virus corona

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
istimewa
Tak Ada Bukti Virus Corona Berasal dari Lab di China, PM Australia Desak Adanya Penyelidikan 

"Itu dua hal yang berbeda," katanya. "Asal-usul virus membutuhkan penilaian spesialis dan ilmuwan."

Pukulan pertama pada gandum
China melepaskan pukulan pertamanya dalam pertikaian diplomatik dengan Australia terkait COVID-19, dengan melontarkan ancaman akan mengenakan bea masuk bagi impor gandum Australia.

Jika diterapkan, tindakan ini akan merugikan ratusan juta dolar bagi perdagangan gandum Australia.

Ketua asosiasi produsen biji-bijian Australia, Andrew Wiedemann menggambarkan tarif ini sebagai pukulan telak yang ia yakini akan berdampak langsung masyarakat Australia.

"Tarif itu akan menghentikan perdagangan antara kedua negara," kata Weidemann.

Sejak tahun 2018, Australia dituduh menjalankan taktik 'dumping' untuk produk gandum, namun tuduhan ini telah dijawab melalui Organisasi Perdagangan Dunia WTO.

"Kami juga tahu bahwa China sangat membutuhkan gandum Australia, mereka sudah lama menjadi pembeli, jadi tindakan itu akan menyebabkan kerusakan pada industri mereka sendiri," katanya.

Menteri Perdagangan Simon Birmingham secara terpisah mengatakan prihatin dengan laporan mengenai pengenaan tarif untuk gandum Australia ke China.

Pukulan kedua pada daging sapi

Tak cukup pada gandum, China juga memberlakukan larangan impor daging dari empat rumah pemotongan hewan, tiga di negara Queensland dan satu di New South Wales.

Sumber yang dikutip ABC menyebutkan ke-4 RPH ini mewakili sekitar 35 persen ekspor daging sapi Australia ke China yang tahun ini nilainya 3,5 miliar dollar.

Menteri Birmingham mengaku mendapatkan pemberitahuannya pada hari Senin (11/05), yang oleh Pemerintah China dikaitkan dengan masalah pelabelan dan sertifikat kesehatan.

Dewan Industri Daging Australia mengatakan China memiliki persyaratan ketat yang oleh industri Australia dianggap "sangat serius".

"Meskipun tidak diinginkan, kami telah menangani masalah-masalah seperti ini sebelumnya dan bekerja sama dengan Pemerintah Australia," katanya.

"Ini adalah masalah akses perdagangan dan pasar yang ditangani oleh Pemerintah Australia," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved