Jamu Anti Corona ala Arief Poeyono: Ramuan Kembang Lawang
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra FX. Arief Poeyono memproduksi jamu Anti Virus Corona. Ide memproduksi jamu Anti Virus Corona
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Selesai berdoa ada sesuatu yang sangat ajaib, saya mendapat sebuah mimpi. Di mimpi itu saya jalan-jalan ke Jawa, pulang ke kampung saya. Di sana saya lihat ukiran-ukiran di pintu-pintu rumah-rumah Jawa yang berbentuk kembang segi lima.
Ketika bangun saya penasaran. Saya sempat mencari-cari di google, apa bentuk segi lima itu. Ketika saya tanya ke pembantu, dia jawab ini Kembang Lawang, untuk masak.
Kemudian saya carilah itu artikel tentang manfaat Kembang Lawang, nama latinnya dan lainnya. Kemudian saya cari jurnal, dan menemukan bahwa Tamiflu itu 90 persen kandungannya itu dari Kembang Lawang ini.
Lalu apa pemerintah kemudian harus membudidayakan Kembang Lawang?
Saya rasa mulai hari ini boleh juga dibudidayakan Kembang Lawang di Indonesia karena harga jualnya cukup mahal. Di salah satu pasar saja harga Kembang Lawang ini Rp 200 ribu per kilogram. Itu pun satu plastik dan masih impor dari luar negeri.
Kalau kita bisa budidayakan Kembang Lawang petani bisa untung banyak. Penampung Kembang Lawang ini banyak kalau dilihat dari pasarnya.
Apa yang ada lakukan setelah tahu Kembang Lawang efektif menangkal Covid-19?
Saya menghubungi banyak pengusaha, supaya memproduksi Kembang Lawang ini untuk konsumsi masyarakat. Bisa diproduksi jadi obat atau sirup atau rebusan. Kemudian saya kirim juga ke Mendagri Tito Karnavian, yang kemudian merespon dengan menjawab Kembang Lawang ini bumbu kari. Banyak makanan India mengandung Star Anise ini.
Contohnya, 700 warga India di Wuhan kemarin itu diduga kebal Covid-19 karena mengkonsumsi makanan berisi kandungan Kembang Lawang ini. Kemudian saya cerita kepada beliau, bahwa menurut riset internasional kembang Lawang itu merupakan salah satu bahan yang kerap digunakan untuk vitamin flu yang hari ini dipakai di seluruh dunia untuk mengobati Covid-19.
Sekarang pun terbukti ampuh di Indonesia. Di Indonesia jumlah pasien sembuh kian banyak setelah diberikan Tamiflu ini, yang 90 persen kandungannya berasal dari Kembang Lawang ini.
Sejak kapan memproduksi ramuan Anti Virus Corona?
Sejak Covid-19 mulai ada di Indonesia. Itu saya punya inisiatif agar jamu Anti Corona ini diproduksi. Memproduksinya bareng istri, juga dibantu keponakan saya yang namanya Robby.
Memproduksi ramuan Anti Virus Corona ini untuk komersil atau dibagikan gratis?
Ada yang untuk komersil, ada yang gratis. Karena ini produksi juga merupakan bisnis, tidak selalu bisa membagikan gratis. Kalau saya bagi-bagi gratis itu ada hitungannya sendiri. Memang kami sedang ada cita-cita bikin toko jamu lagi.
Istri saya itu khususnya, karena dia memang dagang jamu. Dia kepingin punya toko jamu lagi, meneruskan tokonya mama saya, yang pernah ada gitu mau dibikin lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/arief-poeyono_1.jpg)