Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Heboh

VIRAL Video Pemulung Mengaku hanya Hasilkan Rp 1.500 per Hari, Terkuak Punya Rumah 3 Tingkat

Ternyata, pengakuan Abah Tono itu tidak sesuai dengan kenyataan di rumahnya.

Editor: Alexander Pattyranie
@Silihasahsilihasihsilihasuh
Sosok Abah Tono (70) saat diwawancari oleh yayasan Silihasahsilihasihsilihasuh dan menyebut penghasilannya Rp 1.500. Diunggah pada hari Senin (4/5/2020) dalam akun instagramnya @Silihasahsilihasihsilihasuh. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BANDUNG - Seorang pria tua mengaku dapat penghasilan dari memulung hanya Rp1.500 hingga 2.000 per hari.

Pria tua ini bernama Abah Tono.

Hal itu direkam dalam wawancara video dan menjadi viral di media sosial.

Viralnya sosok Abah Tono buat terenyuh.

Bagaimana tidak terenyuh, pria yang mengaku kelahiran tahun 1950 ini dalam video tersebut mengatakan, uang sebesar

Rp 1.500 yang dia dapatkan sudah terbilang besar meski tidak bisa digunakan untuk makan setiap hari .

"Cukup beli minum saja, makan gimana nanti saja, kadang-kadang makan, kadang-kadang enggak.

Uang Rp 1.500 kan gede buat Abah mah, bisa buat beli kerupuk," ucap Abah Tono.

Namun ternyata, pengakuan Abah Tono itu tidak sesuai dengan kenyataan di rumahnya.

Sebab, warga Kampung Babakan Sondiri, RT 02/07, Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ini ternyata memiliki rumah dua tingkat.

Abah Tono, pria tua yang viral karena mengaku kesulitan makan karena hanya memiliki penghasilan Rp.1.500 per hari dari hasil memulung. Padahal, rumahnya di Kampung Babakan Sondiri RT 02/07 Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terbilang layak dan memiliki sepeda motor.
Abah Tono, pria tua yang viral karena mengaku kesulitan makan karena hanya memiliki penghasilan Rp.1.500 per hari dari hasil memulung. Padahal, rumahnya di Kampung Babakan Sondiri RT 02/07 Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terbilang layak dan memiliki sepeda motor. (Handheld via Kompas.com)

"Malah hampir tiga tingkat walau pun belum beres, sepeda motor juga punya," kata Kepala Desa Pangauban Enep Rusna saat dihubungi Kompas.com, Minggu (10/5/2020).

Tetangga meradang

Enep menjelaskan, akibat video yang kadung viral tersebut, warganya banyak yang meradang lantaran dianggap tidak peduli dengan keadaan Abah Tono. Padahal, selama ini Abah Tono hidup berkecukupan.

"Tetangga Abah Tono dicemooh karena dianggap tidak peduli.

RT RW juga banyak yang tidak terima kalau dibilang Abah Tono buat makan saja susah," tuturnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved