Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Refly Harun Sebut Indonesia Butuh Pemimpin yang Punya Sifat Administratif: Bekerja dengan Sistem

Refly Harun menjelaskan bahwa ada dua kriteria yang dimiliki oleh seorang pemimpin, yakni kharismatis atau administratif

Editor: Rhendi Umar
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun (kiri) bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan (kanan) berdiskusi dalam acara Polemik Dramaturgi Pemilu Serentak di Jakarta, Sabtu (25/1/2014). Sebelumnya Mahkamah Kontritusi mengabulkan tuntutan koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Yusrli Ihza Mahendra, Effendi Ghazali dan kawan-kawan untuk menyelenggarakan Pemilu dan Pilpres secara serentak pada tahun 2019. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Refly Harun menjelaskan bahwa ada dua kriteria yang dimiliki oleh seorang pemimpin, yakni kharismatis atau administratif.

Menurut Refly Harun, pemimpin yang mempunyai sifat kharismatis maka lebih banyak mengandalkan kemampuan fisik dan vokalnya dalam bekerja.

Ia menilai, sifat dari pemimpin yang kharismatis bertujuan untuk dapat mempengaruhi dan menggerakan massa.

Sebaliknya, pemimpin yang memiliki sifat administratif maka akan bekerja dengan mengedepankan sistem atau bisa diartikan tidak banyak berbicara.

Hal ini disampaikan Refly Harun dalam tayangan Youtube pribadinya, Refly Harun, Senin (11/5/2020).

"Jadi ada pemimpin yang kharismatik dan ada pemimpin yang administratif," ujar Refly Harun.

"Nah yang kharismatis itu yang jago pidato yang bisa mengumpulkan masa, membakar masa."

"Tetapi pemimpin yang cenderung administratif ya dia bekerja dengan sistem, di belakang meja, kemudian membangun prosedur, dan lain sebagainya," jelasnya.

Kemudian Refly Harun menjelaskan pemimpin yang dibutuhkan sekarang ini adalah yang memiliki sifat administratif.

Pemimpin yang mampu bekerja secara sistem, dan bisa membangun suatu prosedur yang tepat.

Sedangkan untuk pemimpin kharismatis lebih tepatnya dibutuhkan pada masa revolusi atau sebelum merdeka.

Karena sosok itulah yang dibutuhkan untuk bisa menggerakan dan memberikan semangat kepada rakyat untuk berjuang melawan penjanjah.

"Kita butuh dua-duanya, ketika masa revolusi kemerdekaan, ya tentu kita membutuhkan pemimpin yang kharismatis," terang Refly Harun.

"Tetapi begitu jaman normal ya kita membutuhkan pemimpin yang jauh lebih administratif yang mampu membuat tata kelola pemerintahan dan sebagainya," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 7.26

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved