Update Virus Corona Sulut

Dampak Pandemi Covid-19, Penjual Takjil Mengaku Pendapatan Turun Drastis

Selain dampak kesehatan, pandemi virus corona atau Covid-19 juga memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat

tribun manado / Dewangga Ardhiananta
Marini Broo (33), penjual takjil Ramadan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Selain dampak kesehatan, pandemi virus corona atau Covid-19 juga memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat.

Dengan adanya virus tersebut aktivitas masyarakat di luar rumah diimbau untuk dikurangi dan menjadi sepi sehingga hal ini dirasakan oleh seorang penjual takjil ramadan yang mengaku pendapatan turun dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tidak seperti tahun lalu, saat ini sunyi berjualan tidak seperti tahun-tahun lalu," kata Marini Broo (33), penjual takjil ramadan yang berada di sebrang jalan kawasan Mall Mantos Manado, Minggu (10/5/2020).

"Kalau tahun ini pendapatan nggak seperti biasa, kalau tahun lalu torang kalau tiap hari sampai berapa kalau sekarang menurun sekali," lanjutnya.

Pemakaman Dengan Protap Covid-19, Satpol PP Minsel Siapkan 21 Personel Termasuk 2 Perempuan

Ia menambahkan, kalau dulu keuntungan dalam seminggu bisa Rp 1 juta lebih tetapi ini baru Rp 500 ribu.

"Iya jualan khusus bulan ramadan, jadi biasa dulu orang yang kasih masuk jajanan banyak sampai pakai meja sampai di belakang tiga meja dan sekarang cuma ini dan tidak mau habis," beber dia.

"Saya jualan sejak siang ini karena jam-jam segini biasa sudah ada yang beli dan sekarang juga dapat teguran dari Pamong Praja untuk buka sampai 20.00 Wita," ungkapnya.

Kepala BKPSDM Akan Tindak Tegas ASN dan Honorer yang Keluar Daerah di Masa Covid-19

Marini mengatakan, biarpun masih ada sudah harus tutup berbeda dengan tahun lalu sampai malam pukul 22.00 Wita.

"Iya kasihan kalau jualan hanya dari sore dan malam masih sisa tho," ujarnya.

"Kalau mulai siang biar sedikit-sedikit laku dan tidak seperti tahun lalu biasa ada ikan masak, sayur dan sekarang cuma kukis hanya sedikit begini," jelas dia.

Hasil Tes Swab Dua PDP Asal Boltim Negatif

Terangnya, biasa banyak ada 50 biji untuk satu macam jajanan tetapi sekarang hanya 20 biji yang dijual per jajaran.

"Dan kadang ini pula tidak habis makanya kasihan pa torang jualan dalam kondisi seperti ini dan yang penting keuntungan buat makan," sebutnya

Pungkas penjual takjil itu, ia mengaku dapat bantuan dari Papala atau Lurah dan baru itu dapat bantuan. (Ang)

Pemdes Malola Satu Makin Perketat Posko Covid-19

Penulis: Dewangga Ardhiananta
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved