Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mudik 2020

Warga Yang Pulang Kampung Tetap Dapat Perlindungan Pemerintah Meski Ada Larangan Mudik di Jawa Timur

Warga Jawa Timur yang ber KTP Jatim tetap dibolehkan untuk masuk ke kabupaten kota mereka ketika mereka sudah masuk di wilayah Jawa Timur.

SURYAMALANG.COM/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman akan tetap mendapatkan perlindungan dari pemerintah meskipun sudah ada larangan dan imbauan untuk tidak mudik

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menegaskan bahwa warga Jawa Timur yang ber KTP Jatim tetap dibolehkan untuk masuk ke kabupaten kota mereka ketika mereka sudah masuk di wilayah Jawa Timur.

Bahkan ia memberikan jaminan bahwa mereka akan mendapatkan proteksi dari pemerintah namun dengan tetap menerapkan kewaspadaan yang berlapis.

"Betul dilarang mudik. Tapi kalau mereka sudah di perbatasan Jatim dan kalau dia KTP Jatim maka kita harus berikan proteksi," tegas Khofifah dalam jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Jumat (9/5/2020).

Ia mencontohkan dini hari ini ada rombongan warga Jawa Timur dari Provinsi Bali yang sampai ke Banyuwangi dan akan pulang kampung ke kawasan Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.

Mereka adalah warga Jawa Timur yang sebelumnya bekerja di Bali dan tidak memiliki pekerjaan lagi akibat pandemi covid-19.

Atas koordinasi peguyuban pekerja di sana dan juga dengan Pemprov Bali, maka Pemprov setempat mengambil kebijakan agar lebih baik mereka pulang ke kampung halaman.

Atas alasan tersebut Gubernur Khofifah yang juga mantan Menteri Sosial RI tersebut memberikan fasilitas penuh.

Mulai transportasi hingga pengawalan keamanan mereka hingga sampai ke kampung halamannya.

"Pengamanan berlapis tetap kita lakukan. Kemarin saya diberikan kabar bahwa ada warga kita sampai di pelabuhan Ketapang dan sudah masuk Banyuwangi maka kami harus memberikan proteksi warga kami yang mau pulang ke tanah kelahirannya.

Kita sediakan busnya, dan diberikan penanda, dan semuanya dilakukan rapid test," urai Khofifah.

Rombongan tersebut dilakukan rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

Dan pengawalan hingga sampai ke tempat tujuan juga diberikan pada rombongan ini agar mereka tetap mendapatkan sistem pengamanan berlapis.

Termasuk dilakukan observasi setelah tiba di kampung yang dituju.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved