Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Benua Terbebas dari Virus Corona, Dapat Julukan Daerah Teraman dan Dihuni 5000 Orang

Di Antartika setidaknya hingga hari ini, belum ditemukan satu pun kasus infeksi.

Editor: Rhendi Umar
TRIBUNNEWS.COM/IST
Penerjun payung dunia dari Indonesia, Naila Novaranti pada hari Kamis 5 Desember 2019 lalu sukses melakukan terjun payung di benua antartika. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Benua Antartika adalah benua terdingin yang ada di dunia.

‘Hebatnya’, inilah satu-satunya benua yang masih terbebas dari virus corona penyebab Covid-19

Dikutip dari Kompas.com, sejak pertama kali terdeteksi akhir tahun lalu di China, kini virus corona penyebab Covid-19 telah menjangkau ke ratusan negara dari berbagai benua, mulai dari Asia, Australia, Eropa, Afrika, Amerika Utara, hingga Amerika Selatan.

Saat seluruh bagian dunia berperang melawan penyebaran virus yang begitu cepat, di Antartika setidaknya hingga hari ini, belum ditemukan satu pun kasus infeksi.

Oleh karenanya, benua ini disebut sebagai tempat teraman di dunia.

Sebenarnya virus corona sempat hampir memasuki Antartika ketika terdeteksi terjadi penyebaran virus di kapal-kapal pesiar terakhir musim ini di akhir Maret.

Kurang lebih 60 persen penumpang di dalamnya sudah tertular Covid-19.

Namun virus tersebut tidak berhasil mencapai garis pantai yang beku.

Kondisi benua ini yang diselimuti es membantu memutuskan persebaran virus ini ke dataran wilayahnya.

Sosok Agus Wandi, Putra Aceh yang Sukses Mencapai Benua Antartika
Sosok Agus Wandi, Putra Aceh yang Sukses Mencapai Benua Antartika (Facebook Agus Wandi)

Sejak awal tahun ini, stasiun-stasiun penelitian milik berbagai negara itu telah memberlakukan pelarangan wisata atau kunjungan dari para turis, Antartika pun dikunci atau lockdown untuk mencegah terjadinya penyebaran.

Alhasil, banyak rencana kunjungan yang harus dibatalkan.

Benua ini memang tidak berpenghuni, kecuali ditinggali oleh sejumlah binatang seperti pinguin, paus, anjing laut, dan albatros.

Namun, di sana tinggal kurang lebih 5.000-an orang yang kebanyakan merupakan ilmuwan atau peneliti.

Mereka tersebar di 80 atau lebih basis pengamatan atau penelitian yang mereka lakukan.

Mereka pun merasa begitu bersyukur di masa pandemi ini 'terisolasi' di Antartika yang membeku.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved