Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Kamis 7 Mei 2020: Tuhan, Ampunilah.
*Doa:* Tuhan Yesus, ampunilah dosa dan salah kami. Kabulkanlah doa kami, ya Kristus. Amin
Penulis: | Editor: Maickel Karundeng
Pnt Jackried Maluenseng
_*Nehemia 1:7*_
Doa dan puasa bagi Nehemia adalah solusi dan jawaban atas masalah berat umat Yahudi di Yerusalem. Bagi dia, hanya Allah yang sanggup menyelesaikan kekacauan di sana.
Dia menyadari, sesungguhnya dia dan seluruh umat Yahudi, telah berdosa kepada Tuhan. Karena itu, dengan segala kerendahan hati, dia membawa pengakuan dosa mereka kepada Tuhan. Dia yakin Allah tahu hati mereka. Dia juga tahu bahwa Allah maha pengampun. Karena itu dia memohon pengampunan atas kesalahan mereka melawan perintah, ketetapan dan peraturan firman Allah.
Demikian firman Tuhan hari ini.
_*Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu."* (ay 7)_
Dosa memang telah merusak hubungan manusia dengan Tuhan. Dosa menutup pintu bagi kita untuk datang kepada Tuhan. Dosa telah menghalangi doa kita kepada Tuhan. Itulah sebabnya, sebelum berdoa, Nehemia merendahkan diri di hadapan Allah, mengaku dosa dan memohon ampun agar Allah berkenan mengabulkan permohonannya.
Alkitab menyaksikan, doa yang didengar Allah dan yang besar kuasanya adalah doa orang benar yang disampaikan dengan yakin, yaitu dengan iman dan hati yang tulus (Ams 15:29b; Yak 5:16b)
Sahabat Kristus, dosa telah menjerat dan menjebak hati kita untuk merasa benar, merasa lebih baik, merasa lebih pintar, lebih berharga/terhormat dan lebih penting dari siapapun. Mengapa? Karena kita adalah pemimpin, pelayan, orang kaya, pejabat serta status sosial lain yang melekat pada diri kita.
Karena itu, kesombongan dan keangkuhan sering secara tidak sadar menguasai isi dan cara kita berdoa kepada Tuhan. Pengakuan dosa kita, hanya di bibir saja. Bukan dari hati, sehingga pengakuan dosa kita tidak tulus, karena kita merasa suci. Orang lain saja yang mengaku dosa, kita tidak.
Keegoisan seperti ini adalah cara dosa menguasai dengan mengompori hati kita agar tetap merasa benar. Saudaraku, Tuhan maha tahu. Jangan menipu diri sendiri, apalagi menipu Tuhan. Sebab kita ini ciptaan dan milik-Nya.
Sebagai keluarga Kristen, teladanilah Nehemia. Meski dia seorang nabi yang hidup tulus dan benar yang juga seorang pejabat dalam kerajaan Persia yang disayangi raja Artahsasta, namun dia rendah hati. Dia datang berkabung kepada Tuhan dan memohon ampun serta merendahkan diri di hadapan Allah.
Jadi, sebelum berdoa, kita harus mengaku dosa dengan tulus. Dengan hati yang hancur. Bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan hati yang sungguh kepada Allah.
Tak ada manusia yang tidak berdosa. Janganlah merasa benar. Datanglah dan mohon ampunlah kepada Tuhan. Maka Dia pasti mendengar dan menjawab doa kita.
Masalah Covid 19, tidak ada apa-apanya dibandingkan kemahakuasaan dan kasih Allah bagi kita. Karena itu, utamakanlah mencari Allah selagi kita di rumah saja. Tuhan tahu apa yang terbaik dan paling baik bagi kita. Sebab Dia Allah yang maha kasih dan maha baik.
Berbelas kasihanlah kepada-Nya dan mohon pengampunan dari pada-Nya. Dia pasti mendengar dan mengabulkan doa kita, termasuk membebaskan kita dari Pandemi Covid 19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-rela-menderita-orang-kristen-sejati-pasti-melewati-penderitaan.jpg)