Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Balita Hanyut di Kotamobagu

UPDATE: Balita Asal Tabang yang Terseret Arus Ditemukan Meninggal Dunia

Julio Mamonto (3) seorang balita asal Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, yang terbawa arus pada Rabu (6/5/2020) dinyatakan meninggal

Penulis: Erlina Langi | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Tim Basarnas saat mengantar jenazah Julio Mamonto 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Julio Mamonto (3) seorang balita asal Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, yang terbawa arus pada Rabu (6/5/2020) dinyatakan meninggal, setelah ditemukan disekitar Sungai Bungko pada 18.50 Wita  

Hal tersebut, turut dibenarkan Koordinator Pos SAR Kotamobagu, Nuriadin Gumeleng. Ia mengatakan balita tersebut diduga meninggal setelah terseret arus dari selokan hingga kesungai.

"Korban tewas akibat tenggelam karena arus dari selokan ke sungai, sangat deras ditambah lagi korban masih berusia belia, kemungkinan tidak bisa berenang," jelasnya

Jenazah korban ditemukan sekitar satu jam lebih sejak dimulai proses pencarian pada 17.00 hingga 18.50 Wita.

"Namum saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Saat ini kita sudah memulangkan jenazah korban di kediaman keluarganya yang berlokasi di Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan," tandasnya.

BREAKING NEWS: Diduga Terbawa Arus Saat Main Diselokan, Balita Asal Tabang Dinyatakan Hilang

Seperti diberitakan, diduga terbawa arus, saat bermain Julio Mamonto (3) seorang balita asal Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, dinyatakan hilang, Rabu (6/5/2020).

Koordinator Pos SAR Kotamobagu Nuriadin Gumeleng saat dihubungi, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan berdasarkan keterangan orang tua, korban terakhir dilihat saat tengah bermain disepan rumahnya

"Namun sekitar 15.40 Wita, korban sudah tidak terlihat. Saat dicari orangtuanya, hanya tinggal sendalnya yang tertinggal di atas selokan," bebernya.

Pilkada Ditunda Desember 2020, KPU Berharap Tahapan Mulai Lagi Juni 2020

 Dari kronologi ini, tambah dia, balita tersebut diduga hanyut diselokan, sehingga saat laporan masuk, pada 17.00 kami langsung melakukan pencarian disekitar sungai Bungko dengan melibatkan lima personil basarnas, delapan PMI dan delapan Tagana.

"Total ada 21 personel yang dilibatkan dalan melakukan penyisiran. Namun hingga saat ini, korban belum berhasil kita temukan," tandasnya. (drp)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved