Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Selasa 5 Mei 2020: Berdoa dan Berpuasalah

Nehemia adalah pejabat yang rendah hati dan memiliki hati seorang hamba serta tidak memcari untung.

Penulis: | Editor: Maickel Karundeng

Pnt Jackried Maluenseng

_*Nehemia 1:4*_

Nehemia adalah pejabat yang rendah hati dan memiliki hati seorang hamba serta tidak memcari untung. Dia sangat peduli dengan bangsanya yang sedang dalam kekacauan dan masalah besar.

Mendengar kabar dari Hanani tentang krisis yang terjadi di Yerusalem, membuat dia sedih, menangis dan berkabung. Diapun memohon belas kasihan Allah. Nehemia yakin bahwa masalah apapun dan seberat apapun yang dihadapi bangsanya pasti dapat diselesaikan di dalam Allah.

Karena itu, dia berkabung selama beberapa hari dan memohon kepada Allah dengan berdoa dan berpuasa, agar masalah yang menimpa bangsanya segera berakhir.

Demikian firman Tuhan hari ini.
_*Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,* (ay 2)_

Nehemia yang juga adalah seorang nabi, selalu melibatkan Tuhan dalam menyelesaikan masalah. Dia selalu hidup mengandalkan Allah. Dia sangat yakin bahwa doa dan puasa kepada Allah adalah cara terbaik menyelesaikan masalah yang tak mampu diselesaikan oleh manusia.

Hal ini terbukti ketika akhirnya Nehemia diutus raja Artahsasta untuk berkunjung ke Yerusalem dan membangun kembali kota itu serta Bait Allah bersama pendahulunya Ezra. Yerusalem pun pulih. Mereka berhasil melewati krisis dan kekacauan, selanjutnya mereka hidup dalam kedamaian.

Sahabat Kristus, doa puasa adalah kunci jawaban ketika 'tidak ada jawaban.' Doa puasa yang benar, tulus dan konsisten dilakukan, pasti berhasil membawa perubahan dan mendatangkan kebaikan Allah bagi kita.

Alkitab telah menyaksikan dan membuktikannya. Antara lain yang dilakukan oleh para nabi, Ester, Yunus dan orang Niniwe bahkan oleh Tuhan Yesus. Namun doa puasa tentunya harus disertai dengan pertobatan, penyangkalan diri, penyembahan yang sungguh dan kepasrahan penuh kepada Allah.

Doa yang sungguh kepada Allah, didengar dan dijawab-Nya. Lihatlah pengalaman raja Hizkia yang seharusnya sudah mati, tapi karena dia berdoa sambil menangis dalam kerendahan hati kepada Allah, maka umurnya diperpanjang 15 tahun.

Persoalan bangsa kita yakni Covid 19 yang juga masalah dunia, sudah mengguncang umat manusia. Doa puasa yang konsisten dan disampaikan dalam ketulusan serta penuh kepasrahan kepada Allah adalah solusi terbaik dari masalah ini. Perlu kesabaran dan konsistensi kita dalam berdoa dan berpuasa disertai hidup dalam pertobatan, rendah hati dan setia kepada Allah.

Janganlah hanya menuntut kepada Tuhan, tapi kita harus menurut kepada-Nya. Milikilah selalu hati seorang hamba dan utamakanlah Dia dalam segala hal.

Jika semua keluarga Kristen berdoa dan berpuasa dengan sungguh secara konsisten dan tulus, maka yakinlah Covid 19 ini pasti akan berlalu. Bahkan segera berlalu. Bermohonlah kita agar Kristus bersegera menolong dan membebaskan kita dari pandemi Covid 19.

Allah kita tidak pernah berubah, dulu, kini dan selamanya. Dia tetap setia dan penuh kasih sayang kepada kita. Dia pasti memiliki rencana yang indah dan tidak akan membiarkan kita.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved