Breaking News:

Pengamat Ekonomi Sebut Sulut Belum Mampu Jika Diterapkan PSBB

Robert Winerungan, mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Sulawesi Utara karena tidak mampu untuk membiayai masyarakat.

Istimewa/Dok. Pribadi
Ekonom Unima, Dr Robert Winerungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengamat Ekonomi dari Universitas Negeri Manado (Unima) Robert Winerungan, mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sulawesi Utara (Sulut) karena tidak mampu untuk membiayai masyarakat.

Hal ini terkait Provinsi Sulut belum akan menerapkan PSBB, seperti halnya yang disampaikan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

"Belum melaksanakan PSBB karena kemampuan daerah saya yakin tidak mampu untuk membiayai masyarakat," kata pengamat ekonomi itu kepada Tribun Manado, Selasa (5/5/2020).

Ia berkeyakinan, gubernur belum bisa (menerapkan) karena dia memikirkan untuk biaya PSBB sangat besar.

"Tetapi gubernur juga memikirkan bahwa dampak Covid-19 yang positif tidak bertambah tetap terkonfirmasi 45 pasien positif," jelas dia.

"Jadi saya kira sudah tepat tindakan gubernur belum melakukan PSBB," lanjutnya.

Ia menambahkan, jadi ada dua alasan, pertama karena keuangan daerah yang berat berbeda dengan di Jawa seperti Jakarta yang mempunyai pendapatan besar.

"Tetapi di Sulawesi Utara tidak seperti itu, berapa di Sulawesi Utara? cuma Rp 4 triliun mungkin punya APBD dan itupun tidak masuk semua sudah dipotong di pusat belum lagi pendapatan daerah tidak masuk lagi," ungkapnya.

Sebut dia, jadi itu yang menjadi jawaban kenapa gubernur belum melakukan PSBB.

"Saya kira mudah-mudahan tidak, karena tidak ada penambahan positif Covid-19," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Dewangga Ardhiananta
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved