Sulut Maju
Olly Ingin Periksa Semua ODP Corona: Laboratorium PCR Tes 48 Sampel Swab
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sulawesi Utara sudah bisa memeriksa sampel swab untuk mendeteksi Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Hari pertama, beroperasi Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Manado sudah memeriksa 48 sampel swab, Senin (4/5/2020).
• Pemprov Bagikan 47.001 Paket Sembako
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menyampaikan rasa syukur beroperasi laboratorium tersebut setelah 5 minggu persiapan. “Hari ini juga kita bersyukur karena laboratorium untuk tes Covid l-19 sudah bisa berjalan. Jadi kita tidak perlu lagi mengirim ke Jakarta dan Makassar. Jadi kita bisa sekaligus berjalan," kata Gubernur.
Tak cukup satu lab saja, Gubernur mengungkapkan, laboratorium kedua menyusul akan segera beroperasi "Minggu depan mungkin laboratorium kedua juga sudah bisa beroperasi," kata dia. Laboratorium kedua ini akan menggunakan fasilitas lab RSUP Prof Kandou. Kata Gubernur, laboratorium pertama ini bisa beroperasi dalam satu hari memeriksa 92 orang (sampel).
Jika dua lab sekaligus beroperasi maka pemeriksaan swab test pun akan menyasar orang dalam pengawasan (ODP). "Jadi saya kira juga tadi kita sudah ambil langkah seluruh orang yang ada di rumah singgah tidak rapid test lagi, langsung swab agar supaya kita tahu dalam waktu satu hari mana yang positif dan mana yang negatif," kata dia.
Jika positif maka akan masuk ke ruang isolasi rumah sakit. Kalau negatif maka akan dipulangkan. Sehingga rumah singgah/rumah isolasi bisa dimanfaatkan untuk ODP yang lain.
Jubis Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel mengatakan, laboratorium Polimerase Chain Reaction (PCR) mulai menjalankan tes pemeriksaan. "Tadi sudah dilaporkan langsung Kepala BTKLPP Suharto, bahwa hari ini simulai 48 sampel," kata Dandel. Dia berharap, besok pagi ke-48 sampel yang sementara diperiksa hasilnya sudah ada. "Suharto juga telah melaporkan terkait langkah-langkah strategis terkait laboratorium ini, agar menjadi lebih berkesinambungan," katanya.
Dandel mendapat informasi bahwa labarotorium di Provinsi Gorontalo sudah berhenti, kurang lebih tiga atau empat hari terjadi karena reagen yang dipakai untuk memeriksa sampel ternyata habis.
• Petahana Terancam Dicoret: Jika Politisasi Bansos Corona
"Kita tidak mau ini terjadi di laboratorium di sini, sehingga tadi ada diskusi suplai reagennya seperti apa. Tapi kami pastikan pemerintah Provinsi Sulut sudah membeli sembilan ratusan sampel untuk real time PCR ini," ucap Dandel.
Ia bilang, telah mendapat informasi yang akan tes sampel di BTKLPP Kelas 1 Manado di Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget-Manado bukan hanya Sulut tapi juga Provinsi Gorontalo karena di sana kehabisan reagen. Dandel sampaikan, sudah mendapat informasi masyarakat sekarang mulai beraktivitas seperti sediakala padahal pandemi Covid-19 ini belum dinyatakan berakhir. Ini menjadi keprihatinan Satgas Covid Sulut.
Dandel menekankan, pandemi belum berakhir, di dunia, Indonesia khususnya Sulut belum berakhir. "Dari pantauan kami ketika ada beberapa negara yang melonggarkan aktivitas social and physical distancing, mengalami gelombang kedua," katanya.
Kepala BTKLPP, Suharto, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, di beberapa daerah kekurangan zat kimia reagen. "Kita kemarin baru dapat kiriman 5.000 zat kimia reagen, itu bisa dipakai sekitar dua bulan," kata Suharto.
Ia beharap agar dengan kondisi sekarang jalan darat dan udara ditutup, mudah-mudahan tidak ada kendala pengiriman untuk ketersediaan bahan di BTKLPP. Kata dia, ada sembilan petugas di laboratorium. Direncanakan dua shift pagi dan siang, kecuali sampel hari ini satu siff besok siff dua.
"Setiap hari diperkirakan sembilan puluhan sampel yang akan diperiksa, dan uji tes laboratorium ini, sudah standar minimalis terpenuhi. Kalau alat pelindung diri (APD) dan kebutuhan lainnya sudah kerja sama dengan Satgas Covid-19 Sulut," katanya.
• Ini Persyaratan PPDB dari 4 Jalur Penerimaan Siswa Tingkat SMA
Menurut Suharto, untuk zat kimia reagen sudah kerja sama dengan pusat dan kebutuhan akan terjamin. Ia harapkan jalannya laboratorium ini selalu lancar dan hasil langsung diketahui tidak lagi antre lama seperti dikirim ke luar daerah.
Ia juga tegaskan semua APD untuk petugas hanya dipakai sekali. Sistemnya sebelum dibuang dipakaikan disinfektan, ditampung dan dilakukan pembakaran. Stok APD bisa untuk sebulan. Untuk hasil tes apakah positif atau negatif hanya Satgas Covid yang bisa menyampaikan.
"Pesan saya kepada masyarakat patuhi anjuran pemerintah, kami harap tidak ada nama anda tercatat di kami, kalau tidak ada nama anda kami senang kalau ada kami sedih," ujarnya.
Prof dr Boetje Moningka
Pengamat Kesehatan dari Unsrat
Bantu Pemerintah Lakukan Tracking
Beroperasinya laboratorium Polimerase Chain Reaction (PCR) di BTKLPP Kelas I Manado patut kita apresiasi. Lab tersebut akan mempercepat proses identifikasi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang selama ini selalu terlambat.
Sekarang masyarakat pun sudah bisa tenang, karena saat ada gejala terpapar Covid-19 maupun memiliki riwayat perjalanan, langsung dapat diperiksa secara akurat.
Dengan adanya PCR tentu akan mengurangi tren angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP). Karena dengan cepat kita bisa mendapatkan hasil pemeriksaan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak. Sehingga jika ada yang meninggal, tentu akan langsung diketahui akibat Covid-19 atau tidak, sehingga status PDP, sudah bisa terlepas sebelum pemakaman.
Adanya lab ini, akan turut meningkatkan jumlah orang yang positif terpapar Covid-19. Namun masyarakat jangan terlalu khawatir saat terjadi peningkatan orang positif terpapar, karena proses identifikasi yang cepat ini, tentu akan berdampak positif. Orang yang terpapar Covid-19 bisa langsung mendapatkan perawatan.
Lab ini juga akan mempermudah pemerintah dalam melakukan tracking pada orang positif terpapar. Karena seluruh hasilnya bisa langsung diketahui dan langsung ditangani sesuai prosedur.
Langkah Strategi Perangi Covid 19
Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) terus melakukan berbagai strategi dan kebijakan untuk mempercepat penanganan pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Sulut.
Asisten I Pemprov Sulut, Edison Humiang mengatakan, adapun strategi dan kebijakan dari Pemprov Sulut tersebut sudah dijalankan. "Langkah awal dengan membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sulut melalui SK Gubernur Sulut Nomor 126 tahun 2020," kata dia, Senin (4/5/2020).
Penanganan Covid-19 pun harus ditopang anggaran. Pemprov pun melakukan refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) 2020 untuk kebutuhan penanganan kesehatan dan jaring pengaman sosial. Salah satu langkah Gugus Tugas khusus menyiapkan rumah singgah untuk orang dalam pemantauan (ODP). Rumah singgah atau rumah isolasi ini, para ODP akan mengisolasi diri selama 14 hari dengan biaya ditanggung sepenuhnya Pemprov.
Humiang juga mengatakan, laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) pun disiapkan untuk memeriksa swab tes pasien Covid-19. Langkah ini mempercepat deteksi Covid-19, karena sebelumnya sampel tes harus dikirim ke Jakarta atau Makassar.
Humiang menyampaikan, Pemprov Sulut juga menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) Covid-19. Pergub ini mengatur pembatasan aktivitas, kemudian pemenuhan kebutuhan lewar jaring pengaman sosial.
"Pemprov selalu terbuka dengan berbagai informasi terkait Covid 19.baik bentuknya update kasus tiap hari, dan informasi sosialisasi pencegahan penyebaran lewat beragam plarform media," kata Humiang. (ryo/drp/fis)
Langkah Pemprov Tangani Covid 19
Berikut penjelasan dari strategi dan kebijakan Pemprov Sulut untuk menangani pandemi covid-19 :
1. Melakukan refocusing anggaran sebesar 96 Miliar yang terdiri dari :
- 50,5 Miliar untuk penanganan kesehatan, yang diperuntukan bagi pengadaan ventilator, tandu darurat, bilik disinfektan, Alat Pelindung Diri (APD), Rapid Tes, Ruang Isolasi, disinfektan, alkohol, vitamin, obat-obatan dan penunjang satuan tugas di bidang kesehatan.
- 45,5 Miliar untuk Bantuan Sosial dan Jaring Pengaman Sosial sampai 2 Mei 2020 telah disalurkan total 47.001 Paket Bahan Pokok
2. Membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara melalui SK Gubernur Sulawesi Utara Nomor 126 tahun 2020, dimana Gubernur sebagai Ketua dan Wakil Ketua adalah Pangdam 13 Merdeka dan Kapolda Sulut.
3. Menyiapkan Rumah Singgah utk Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid 19. Lokasinya yakni:
- Kantor Penanggulangan Krisis Kesehatan di Teterusan Mapanget (30 bed/tempat tidur)
- Kantor Bandiklat Maumbi (100 bed)
- Kantor Bapelkes di Malalayang (270 bed)
- Asrama Haji di Tuminting (300 bed)
- RSUD Bitung (20 bed ruang khusus isolasi)
- Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan (eks BPG) di Pineleng (40 bed blm termasuk kamar ber AC)
- RSUD Noongan (6 bed ruang khusus isolasi)
- Gedung P3C di Kairagi Manado
- Pemerintah Provinsi Sulut juga mendorong Kabupaten Kota agar menyiapkan Rumah Singgah bagi ODP, dan yang telah mengkonfirmasi kesiapan adalah Kabupaten Minahasa dan Kota Bitung
4. Menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan SWAB Covid19 di 2 lokasi yaitu:
- Laboratorium Covid-19 di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit (BTKLPP) di Mapanget Kota Manado (beroperasi mulai 4 Mei 2020)
- Laboratorium RSUP Prof. Kandou Manado
5. Menerbitkan Peraturan Gubernur Sulut Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Covid 19 di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, dimana dalam Pergub ini diatur tentang Pembatasan sebagai berikut
- Pembatasan Pelaksanaan Pembelajaran di sekolah dan atau instansi Pendidikan lainnya;
- Pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja;
- Pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah;
- Kegiatan di tempat atau fasilitas umum;
- Pembatasan Moda Transportasi
6. Menyiapkan lahan pekuburan untuk jenazah pasien covid-19 di lokasi :
- Ilo-Ilo Desa Wori Minahasa Utara (masih belum disetujui Pemkab Minahasa Utara)
- Desa Kalasey Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong Pemerintah Kabupaten Kota agar menyiapkan lahan pemakaman bagi korban positif Covid 19 dan PDP, dan yang sudah terkonfirmasi menyiapkannya adalah Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Tenggara.
7. Sejak awal penyebaran covid-19 terdeteksi di Sulut, Pemprov secara gencar melakukan sosialisasi melalui baliho, media cetak, media elektronik dan televisi terhadap pencegahan dan penanganan Covid19 dan mengajak masyarakat agar mematuhi himbauan pemerintah untuk tetap di rumah, cuci tangan, menyediakan tempat cuci tangan di rumah masing-masing, pakai masker, makan makanan bergizi, physical distancing, tidak berkerumun dan berkumpul ditempat tempat ramai atau tempat umum, disamping itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan dan pemasangan bilik disinfektan serta tempat cuci tangan di kantor-kantor, rumah ibadah, pasar, terminal dan tempat-tempat umum lainnya.
8. Pemprov Sulut secara rutin melakukan konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui Channel YouTube untuk menyampaikan perkembangan terkini perihal jumlah pasien yang terinfeksi Covid19 di samping itu memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat perihal sejauhmana penanganan Covid19 di Sulawesi Utara yang dilakukan Pemprov Sulut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/laboratorium-tes-covid-19-2423.jpg)