Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

237 Siswa SMA dan SMK di Kalbar Dinyatakan Tidak Lulus, Pengamat Pendidikan Beri Tanggapan

Kabarnya di Kalbar ada sebanyak 237 siswa SMA dan SMK tidak lulus, Mengenai hal tersebut menjadi sorotan pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya di Kalbar ada sebanyak 237 siswa SMA dan SMK tidak lulus.

Mengenai hal tersebut menjadi sorotan pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura.

Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura (Untan) , dr Aswandi mengomentari terkait sebanyak 237 siswa SMA dan SMK di Kalbar dinyatakan tidak lulus sekolah.

BKN Siapkan Tes SKB CPNS 2019 Meski di Tengah Pandemi Covid-19 Akan Tetap Dilaksanakan

BACAAN Doa dan Dzikir Memohon Perlindungan Selama Bulan Ramadhan di Tengah Pandemi Virus Corona

Ia mengatakan bahwa terkait ada siswa yang tidak lulus ketika pengumuman kelulusan memang menjadi hal yang biasa .Kalau memang siswa sudah dinyatakan tidak lulus berarti sudah sangat sulit . Apalagi dalam kondisi seperti ini.

“Saya contohkan ada satu siswa yang tidak lulus ternyata siswa ini tidak pernah ikut ujian sebelumnya . Jelas tentu dia tidak lulus. Kalau memang tidak lulus ya harus mengulang seperti biasa, bukan mengulang ujian tapi mengulang di tahun berikutnya menjadi siswa seperti biasa,” ujar Aswandi, Selasa (5/5/2020).

Ia menjelaskan tidak ada yang terlalu sulit karena tidak ada ujian. Jadi ketika anak tidak lulus berarti sangat parah sekali.

Biasanya sekolah masih banyak pertimbangan, tapi sekolah tentu tidak sembarangan dan memperhatikan juga .

Biasanya ada standar operasional untuk ujian yang harus diikuti barang kali yang tidak lulus dia tidak mengikuti standar tersebut .

“Sebanyak 237 siswa tidak lulus di Kalbar termasuk banyak angkanya . Adapun satu faktor yang menjadi penyebab yakni siswa tidak sesuai SOP seperti tidak mengikuti ujian atau sangat tidak mampu secara akademik,” ujar Aswandi.
Namun apabila anak sudah sampai kelas XII selal naik kelas berarti akademinya terlalu jelek . Dalam hal ini tentu ada hal lain yang anjlok.

Jadi dari sekolah tidak tuntas dan pihak sekolah tidak dapat membantu karena ada perhitungan lainnya.

“Pihak sekolah tentu ingin siswanya lulus tapi tentu tidak bisa seenaknya . Tidak bisa juga kalau anak tidak mencapai ketuntasan dan tidak mengikuti ujian di luluskan . Jadi kalau srperti itu untuk apa dilakukan ujian ,” ujarnya.

Ujian itu tujuanya untuk menguji bahkan anak yang melakukan kriminal itu dianggap tidak lulus karena pribadi juga di uji tidak hanya akademik . Jadi pihak sekolah sangat teliti.
Jadi perlu dicermati kenapa banyak siswa yang tidak lulus saat sekarang ini.

“Memang setelah ada kebijakan terkait ditiadaknnya Ujian banyak yang menyampaikan bahwa semangat belajar anak itu menurun dan susah sekali melihat anak berprestasi karena mikirnya sudah pasti lulus,” jelasnya.

Siswa yang tidak lulus saat ini kedepan bisa mengikuti paket C , bahkan mengulang lagi . Tapi untuk paket C juga ada aturannya , saat ini apakah bisa anak yang tamat dsn tidaklulus langsung ikut paket C , kalau ada aturannya tidak masalah.

“Tapi itu memaksaan benar anak untuk lulus . Sedangkan anak tidak lulus sudah dipehitungkan oleh sekolah . Jadi anak tersebut sangat kurang . Lalu disuruh ikut Paket C. Saya khawatir nanti hanya seolah- olah saja ikut paket C yang penting lulus . Jadi kalau memang mau ikut paket C harus sesuai prosedur karena selama ini kadang paket C tidak dilakukan sesuai prosedur,” jelasnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved