Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Begini Cara Pak Tile dan Pak Bendot Baca Skenario Si Doel Anak Sekolahan Meski Buta Huruf

Selain jalan ceritanya yang unik dan mengalir, sinetron Si Doel Anak Sekolahan juga dikenal berkat karakter para pemainnya.

(bidik layar RCTI)(RCTI)
Pak Bendot dan Pak Tile dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Siapa yang tak kenal dengan sinetron legend Si Doel Anak Sekolahan?

Selain jalan ceritanya yang unik dan mengalir, sinetron Si Doel Anak Sekolahan juga dikenal berkat karakter para pemainnya.

Setiap pemain, berakting secara natural dan total sehingga lekat dengan kehidupan sehari-hari.

TERBARU, Daftar Harga HP Samsung Mei 2020: Tipe Tertentu Ada Kenaikan Harga hingga Rp 3 Juta

Padahal, tiga pemain sinetron Si Doel Anak Sekolahan tersenyata tidak bisa membaca atau buta huruf.

Ketiganya kebetulan telah berpulang semua, yakni Pak Tile sebagai Engkong Ali, Nacih sebagai Nyak Rodiah, dan Bendot sebagai Pak Bendot.

Meski buta huruf, ketiganya mampu melakoni akting dengan apik. Bahkan, acapkali mengundang tawa penonton. Lalu bagaimana mereka bisa membaca skenario dengan baik?

Rano Karno selaku pemeran Doel atau Kasdullah yang juga sutradara, mengungkapkan rahasianya.

“Jadi gini, di (sinetron) Si Doel ada tiga yang buta huruf, pertama Pak Tile, Hajah Rodiah, dan Pak Bendot,” ucap Rano dalam siaran live di akun Instagram @sidoelanaksekolahan, Minggu (3/5/2020) malam.

Untuk mengakali hambatan tersebut, kata Rano, ia memberikan arahan secara lisan dan langsung kepada tiga pemain tersebut.

Namun, Rano Karno mengungkapkan, untuk Bendot yang juga merupakan pelawak jebolan Srimulat sebenarnya bukannya tak bisa membaca.

Hanya saja, bahasa Indonesia mendiang Pak Bendot tidak terlalu bagus.

 “Pak Bendot sebenarnya bisa baca. Cuma dia lebih paham bahasa Jawa ketimbang bahasa Indonesia,” ucap Rano Karno.

Oleh karenanya, Rano Karno menerjemahkan setiap skenario untuk Pak Bendot ke dalam bahasa yang ia mengerti.

“Jadi saya terjemahin (skenario) ke (bahasa) Jawa kromo Inggil,” ungkap Rano Karno.

Meski demikian, lanjut Rano Karno, ketiganya mampu menyerap skenario dengan baik. Bahkan, bisa memberikan improvisasi akting di luar dugaan.

“Jadi karena mereka orang panggung, jadi improvisasinya bagus,” ujar Rano Karno.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved