Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Valentino Rossi

Sosok yang Merusak Impian Valentino Rossi Jadi Juara MotoGP 2006

Drama terjadi dengan melibatkan Valentino Rossi yang kala itu membela tim Camel Yamaha dan sedang mengincar gelar juara dunia 2006.

Editor: Rizali Posumah
diolah tribun manado/alex
Valentino Rossi pernah terlibat drama dengan pembalap tim satelit Fortuna Honda, Toni Elias, pada 2006. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada drama menarik yang terjadi di GP Estoril 2006

Drama ini terjadi dengan melibatkan Valentino Rossi yang kala itu membela tim Camel Yamaha dan sedang mengincar gelar juara dunia 2006.

Rossi terlibat drama dengan pembalap tim satelit Fortuna Honda, Toni Elias.

Berbeda dengan Hayden yang tidak bisa finis karena jatuh, Rossi meraih podium kedua di Estoril.

Rossi yang sebetulnya sudah di atas angin dari Hayden, namun kalah dari Elias dengan selisih tipis 0,002 detik.

Meski podium dia tidak mencetak poin maksimal, posisi dua membuatnya hanya menambah 20 poin.

Raihannya waktu itu 244 poin, unggul delapan poin dari Hayden yang tertahan dengan 236 poin.

Sayangnya di seri terakhir di GP Valencia, Rossi yang mempimpin klasemen sedang sial.

Dia jatuh, tapi masih bisa menyelesaikan balap di posisi ke-13 dan hanya dapat tambahan 2 poin menjadi 247 poin.

Sedangkan Hayden yang finis di posisi ketiga mendapat 16 poin.

The Kentucky Kid akhirnya mejadi Juara Dunia MotoGP 2006 dengan total raihan 252 poin, unggul lima poin dari Rossi.

Elias berpikir Rossi masih kesal dengan kejadian itu. Sebab bukan hanya kalah di GP Estoril dengan jeda sangat tipis, tapi Rossi gagal jadi juara dunia dengan selisih 5 poin yang seharusnya bisa diraih di Portugal.

"Saat saya jumpa Valentino, yang mana saya jumpa dia setiap tahun di Austin, Texas. Saya bisa lihat dia masih ada ganjalan soal balapan di Estoril itu," kata Elias dikutip dari Crash.net, Minggu (2/5/2020).

Elias memahami kenapa Rossi kesal karena dia merupakan penghambat Rossi djuara dunia.

Di satu sisi Elias bilang itu adalah kesempatan langka dia bisa menang, dan bertarung dengan Rossi sampai garis finis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved