Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hardiknas 2020

PESAN Mendikbud Nadiem Anwar Makarim di Momen Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional 2020

Kemendikbud pun menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hardiknas secara virtual guna mematuhi protokol kesehatan.

Kompas.com/DOK. KEMENDIKBUD
Mendikbud Nadiem Makarim dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 yang dilaksanakan Kemendikbud secara daring, Sabtu (2/5/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2020, 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan beberapa hal.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengangkat tema 'Belajar dari Covid-19' pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2020).

Kemendikbud pun menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hardiknas secara virtual guna mematuhi protokol kesehatan.

Dalam pesannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak semua insan pendidikan di Tanah Air mengambil hikmah dan pembelajaran dari krisis Covid-19.

“Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari Covid-19,” pesan Mendikbud Nadiem.

Belajar banyak hal

“Saat ini kita sedang melalui krisis Covid-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia," ujar Mendikbud Nadiem.

Namun ia menambahkan, "Dari krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya," ucapnya.

Mendikbud menyampaikan melalui situasi saat ini, untuk pertama kalinya guru-guru melakukan pembelajaran melalui daring menggunakan perangkat baru dan menyadari sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun.

Begitu juga dengan orangtua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulit tugas guru mengajar anak secara efektif dan menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada.

“Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah," tegas Nadiem.

Pendidikan yang efektif, menurutnya, membutuhkan kolaborasi efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. "Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi,” ujar Mendikbud.

Melahirkan empati

“Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi Covid-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis ini, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu,” kata Nadiem.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved