Breaking News:

Omnibus Law

Sanksi Bagi Penerbit Ijazah Palsu Dihapus, Omnibus Law Dinilai Timbulkan Kekacauan Hukum Baru

"Pasal 67, 68, dan 69 dihapus tanpa ada penjelasan mengenai penghapusannya," kata Zainuddin kepada wartawan, Jakarta, Senin (27/4/2020).

Editor: Isvara Savitri
Tribun manado / Ryo Noor
ratusan mahasiswa bergabung dengan organisasi buruh, dan pedagang pasar menyalurkan aspirasi menolak RUU Omnibus Law 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dinilai dapat menimbulkan kekacauan hukum.

Hal tersebut berkaitan dengan sanksi bagi pelaku penerbit ijazah palsu telah dihapus.

Anggota Badan Legislasi DPR Zainuddin Maliki mengatakan, terdapat pasal-pasal sanksi dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dihapus melalui Omnibus Law Cipta Kerja.

"Pasal 67, 68, dan 69 dihapus tanpa ada penjelasan mengenai penghapusannya," kata Zainuddin kepada wartawan, Jakarta, Senin (27/4/2020).

"Ini berpotensi menimbulkan kekacauan hukum baru, karena pasal-pasal tersebut mengatur sanksi pidana pemberi dan pengguna ijazah maupun gelar palsu," sambung Zainuddin.

Menurutnya, dengan dihapusnya pasal sanksi pidana tersebut, maka praktik pemberian ataupun jual beli gelar serta ijazah palsu tak lagi dianggap sesuatu yang ilegal, apalagi tindakan kriminal.

"Di tengah masyarakat kita yang masih didominasi mindset pentingnya ijazah ketimbang kompetensi, maka hampir bisa dipastikan akan timbul kerawanan jual beli, pemberian dan penggunaan gelar maupun ijazah palsu," kata politikus PAN itu.

Ia menilai, adanya saksi bagi penerbit maupun penerima ijazah palsu pada saat ini saja, tidak menyurutkan pelaku melakukan praktik tersebut.

"Sekarang sudah banyak terjadi praktik jual beli, pemberian dan penggunaan gelar maupun ijazah palsu, apalagi kalau sanksi pidananya dihapus," paparnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PAN Nilai Omnibus Law Cipta Kerja Bisa Timbulkan Kekacauan Hukum Baru.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved