Berpuasa di 'Benua Biru': Matahari Bersinar 21 Jam hingga Musim Panas di Ramadan
Mahasiswa Indonesia di Rusia, Sandy Saputra (26) sudah dua tahun tinggal di Kutub Utara, Arkhangelsk, Rusia.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Wahyu, sapaan akrabnya, telah 17 tahun hidup di London bersama seorang istri dan dua anaknya. Pria asal Malang Jawa Timur itu adalah seorang pengusaha di bidang Tour & Traveling.
Wahyu menjelaskan, secara kultur, suasana berpuasa di Inggris dan di Indonesia sangat jauh berbeda. Di Indonesia, satu hari sebelum puasa berlangsung, biasanya ada banyak acara selamatan. Di London, lanjutnya, tidak ada. "Di sini kalau puasa ya puasa saja, tidak ada yang khusus. Mungkin karena minoritas," jelas Wahyu.
Empat minggu lalu, kebijakan lockdown telah diterapkan di London. Lockdown diterapkan menyusul pertumbuhan kasus Covid-19 yang terus bertambah. Menjalankan puasa di tengah berlakunya kebijakan tidak keluar rumah, lanjut Wahyu, membuatnya lebih khusuk. Khususnya karena ia tidak perlu keluar rumah di musim panas ini.
Ketika musim panas tiba, warga di London, menurut keterangan Wahyu, kerap mengenakan pakaian minimalis. Hal tersebut menjadi sebuah cobaan baginya yang sedang berpuasa.
"Puasa di tengah COVID-19 ini kita di rumah saja. Alhamdulillah kan, dengan begitu mungkin kita menjadi lebih khusuk karena kita tidak perlu berkeliaran ke mana-mana di musim panas ini," katanya.
"Minim gangguan jadinya, karena biasanya di musim panas gini orang-orang pakai bajunya minimalis," sambung Wahyu menceritakan.
Wahyu menceritakan, banyak hal yang ia rindukan tentang berpuasa di Indonesia. Salah satu yang paling dirindukannya yakni tarawih berjamaah, kemudian pulang ke rumah masing-masing sembari mengobrol. Di Inggris budaya seperti itu tidak ada karena perbedaan kultur.
"Karena perbedaan kultur, kadang saya rindu mendengarkan suara bedug. Suara adzan di sini pun tidak terlalu keras lewat speaker. Karena memang jumlah masjidnya sedikit. Kadang saya juga kangen beberapa momen berpuasa di Indonesia. Misalnya ngobrol sama tetangga sembari berjalan kaki bersama sepulang tarawih," terang Wahyu. (tribun network/genik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ucapan-selamat-menunaikan-puasa-ramadan-1441-hijriah-666.jpg)