Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Pasien Covid-19 Terbangun Setelah Dinyatakan Meninggal, Keluarga Terlanjur Simpan Abu Kremasi

Peristiwa itu terjadi berawal dari seorang wanita yang bernama Alba Maruri dilarikan ke rumah sakit di Guayaquil

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
BBC Indonesia/GETTY IMAGES
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar pasien Covid-19 dengan gangguan pernapasan akut ditempatkan dalam posisi tengkurap selama beberapa jam. (Ilustrasi Pasien Covid-19) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Begitu terbangun, Maruri segera memberitahukan dokter siapa dia, dan meminta mereka untuk menghubungi saudaranya yang bernama Aura.

Ya seorang wanita tiba-tiba terbangun setelah sebelumnya dinyatakan meninggal lantaran terinfeksi Covid-19.

Kejadian wanita terbangun setelah dinyatakan meninggal karena COVID-19 itu terjadi di Ekuador.

Hal itu terjadi lantaran pihak rumah sakit salah memberikan informasi.

Kemudian keluarga sang wanita juga salah membawa jenazah dan sudah terlanjur dikremasi.

Peristiwa itu terjadi berawal dari seorang wanita yang bernama Alba Maruri dilarikan ke rumah sakit di Guayaquil.

60 Persen Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Ia dilarikan ke rumah sakit pada Maret 2020 lantaran susah bernapas dan mengalami demam.

Keluarga Alba mengatakan, ia kehilangan kesadaran selama tiga pekan dan dinyatakan meninggal pada (27/3/2020).

Sepekan kemudian, keluarganya datang untuk mengambil jenazahnya.

Tetapi karena takut tertular, mereka tak berani mendekat dan menyentuhnya.

Dikutip oleh Kompas.com dari AFP, Mingu (26/4/2020), saat itu jenazah yang diduga adalah Maruri hanya nampak di bagian punggung, bukan wajahnya.

Keponakannya, Jaime Morla, menuturkan dia mengira jenazah itu bibinya, dan langsung memberitahukannya ke rumah sakit karena dia terlalu takut melihat wajahnya.

"Saya berada sekitar 1,5 meter. Dia punya rambut, kulit yang sama. Bahkan, dia juga punya luka seperti yang diperoleh bibi saya," jelas Morla.

Akhirnya, jasad itu dibawa oleh keluarga Maruri dan dikremasi, hingga Maruri sadar pada Kamis waktu setempat (23/4/2020).

Begitu terbangun, Maruri segera memberitahukan dokter siapa dia, dan meminta mereka untuk menghubungi saudaranya yang bernama Aura.

Tak Ada Lagi Pasien Covid-19 di Wuhan, WHO: Tak Ada Jaminan Kebal Virus

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved