Breaking News
Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kim Jong Un

KIMJONGUNDEAD Jadi Trending Twitter, Begini Kabar Resmi di Media China Jepang dan AS

Media-media asing seperti Jepang, China, Inggris dan Amerika ramai memberitakan rumor kematian pemimpin utama Korea Utara.

Editor: Rizali Posumah
AFP/KCNA VIA KNS/STR
Foto tak bertanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 4 Desember 2019. Nampak Kim Jong Un (tengah) menunggangi kuda putih berlapis emas ketika berkunjung ke Gunung Keramat Paektu. 

Pertempuran Pochonbo membuat Kim Il Sung masuk daftar pencarian orang (DPO) pemerintah Jepang. 

Kim Il Sung dan pasukannya kemudian mengalami pertempuran yang sulit dan rumit sepanjang 1937 - 1940. 

Banyak kawan-kawan Kim Il Sung tewas akibat pertempuran akibat usaha Jepang memburu Kim Il Sung. 

Jepang memang bertekad untuk melenyapkan Kim Il-sung selamanya, dan mengirim detasemen hukuman ke Manchuria, yang kemudian menjadi negara boneka Manchukuo.

Situasi berubah krisis pada akhir 1940, Kim Il Sung memimpin sisa pasukan gerilyanya melintasi Sungai Amur ke wilayah Soviet untuk bersembunyi hingga keadaan lebih aman.

Tak ada yang aneh tentang partisan Korea yang mencari perlindungan di Uni Soviet.

Setelah diverifikasi otoritas Soviet, mereka biasanya diizinkan untuk tinggal dan dimanfaatkan dengan baik.

“Beberapa masuk ke dalam Tentara Merah, sementara yang lain mengambil kewarganegaraan Soviet dan bekerja di pertanian dan ada pula yang bekerja di industri meski sangat sedikit,” tulis sejarawan Andrei Lankov dalam bukunya tentang Korea Utara.

Tapi Kim Il Sung mengambil jalur lain. Dia lebih memilih mendaftar ke Sekolah Infanteri Khabarovsk

Selama dua tahun berikutnya, ia mempelajari ilmu militer di bawah pimpinan perwira-perwira Soviet.

Khabarovsk menjadi tempat teraman bagi Kim Il Sung selama 10 tahun terakhir. 

Di sana pula anak pertamanya dari sang istri Kim Jong-suk, lahir. 

Anak itu diberi nama Yuri Irsenovich Kim yang kemudian berubah menjadi Kim Jong Il (pemimpin kedua Korea Utara). 

Pada musim panas 1942, Uni Soviet membiarkan para gerilyawan korea bergabung ke dalam angkatan perangnya. menggabungkan para gerilyawan korea.

Para gerilyawan korea itu dimasukkan ke Brigade Senapan Khusus Ke-88, yang mencakup satu batalion Korea dan dua batalion Tiongkok.

Partisan Tiongkok Zhou Baozhong, yang ditugaskan memimpin brigade internasional, mengenal Kim Il-sung dari perang gerilya.

Atas rekomendasinya, Kim ditunjuk sebagai komandan batalion Korea dengan pangkat kapten Tentara Merah Buruh dan Petani.

Brigade Ke-88 tidak ikut dalam peperangan melawan Jepang, dan dibubarkan setelah Tokyo menyerah.

Seluruh perang yang Kim Il-sung habiskan jauh dari garis depan di hutan Rusia yang terpencil di Khabarovsk.

Sampai di situ, sebenarnya Kim Il Sung merasa masa depannya cerah di Uni Soviet. 

Tapi komandan-komandannya di Militer memiliki rencana lain untuk Kim Il Sung.

Rencana lain untuk Kim Il Sung itu sebenarnya bertepatan dengan memuncaknya perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. 

Pada Agustus 1945, dua negara superpower tersebut membagi kekuasaan atas Semenanjung Korea.

Korea Utara didukung Uni Soviet, dan Korea Selatan didukung Amerika Serikat. 

3 bulan setelah pembagian wilayah itu, tepatnya pada Oktober 1945, Kim Il Sung ditungjuk sebagai asisten komandan Ibu Kota Korea Utara. 

Ketika ditunjuk, Kim Il Sung sudah menjadik perwira paling senior di Brigade ke-88.

Bahkan, Pada 14 Oktober 1945, di Stadion Kota Pyongyang, Jenderal Soviet Ivan Chistyakov menganugerahkan gelar “pahlawan nasional” dan “pemimpin partisan yang terkenal” Kim Il-sung di hadapan kerumunan rakyat Korea, diikuti pidato oleh Kim sendiri untuk mendukung para pembebas Soviet.

Metamorfosis dari kapten tentara Soviet biasa menjadi Pemimpin Besar Kamerad Kim Il-sung ini dapat ditelusuri hingga kini.

Berikutnya, selama tiga tahun ke depan (1945-1948), tentara dan perwakilan Soviet, membangun rezim komunis di wilayah utara.

Sementara di bagian selatan, pemerintah militer dibentuk–sepenuhnya didukung oleh Amerika Serikat.

“Pyongyang adalah kota terbesar yang diduduki pasukan Soviet, dan perwira Korea paling senior di Brigade Ke-88 adalah Kim Il-sung, jadi tidak heran ia ditunjuk sebagai asisten komandan ibu kota Korea Utara di masa depan,” tulis Lankov.

Seperti itulah jalan keluarga Kim Jong Un memperoleh kekuasaan atas Korea Utara, panjang dan berliku. 

Kekuasaan Kim Il Sung berakhir pada 1994 dan diturunkan kepada anaknya, Kim Jong Il. 

Kekuasaan Kim Jong Il berakhir pada tahun 2011, dan diturunkan kepada anaknya, Kim Jong Un. (cc)

Profil Kim Yo Jong, Calon Pemimpin Korut Jika Kim Jong Un Meninggal, Baru 31 Tahun, Dinilai Kejam

Mengaku Hendak ke Jakarta, Seorang Pria Nekat Terobos Gerbang Tol dengan Berjalan Kaki

Nampak Anggun, Kim Yo Jong Lebih Bertangan Besi dari Kim Jong Un, Pernah Masuk Daftar Hitam

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul BREAKING NEWS: KIMJONGUNDEAD Jadi Trending Twitter, Ini Info Resmi di Media China Jepang dan AS, yang dirangkum dari https://id.rbth.com/sejarah/81211-pendiri-korea-di-soviet dan https://nationalgeographic.grid.id/read/131637707/ketika-perang-dingin-memecah-korea-menjadi-dua?page=all

Sumber: Warta Kota
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved