Update Virus Corona Bolmut
BREAKING NEWS! Satu PDP Asal Bolmut Meninggal Dunia, Pemakaman Sesuai Protap Covid-19
Pasien tersebut berasal dari Desa Tombolango, Kecamatan Sangkub, Bolmut. Pasien sebelumnya melakukan perjalanan dari Jogjakarta dengan berstatus ODP.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Maickel Karundeng
Setelah data terakhir hanya 31 kasus virus corona, kini sudah bertambah 5 menjadi 36 orang positif.
Rinciannya yakni, terkonfirmasi 36 orang, sembuh 5 orang, meninggal 3 orang
tribunmanado masih menunggu informasi dari satgas covid-19 sulut perihal informasi data pasien corona bertambah di Sulut.
Obat Antivirus Remdesivir Gagal Sembuhkan Pasien Virus Corona, Ini Kendalanya
Obat antivirus corona (Covid-19) yang disebut bernama Remdesivir dilaporkan gagal dalam uji klinis acak pertama kepada manusia.
Sebelumnya obat ini diyakini potensial untuk mengobati pandemi Covid-19 yang sudah menyebar ke ratusan negara di dunia.
Dilansir AFP, Kamis (23/4/2020), uji coba di China menunjukkan obat antivirus remdesivir tidak berhasil menyembuhkan Covid-19, ketika diujicobakan kepada manusia secara acak.
Laporan itu juga sempat dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kemudian dihapus.
Tapi Gilead Sciences, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) pembuat obat remdesivir mempertayakan, bagaimana bisa data uji klinis diterbitkan dan sekarang dihapus oleh WHO.
Kepada Financial Times, WHO mengonfirmasi ada kekeliruan dalam penerbitan draf laporan uji klinis itu.
Dalam dokumen itu, para peneliti di China mempelajari 237 pasien, memberikan obat kepada 158 orang dan membandingkan kondisi mereka (dikasih obat) dengan 79 orang yang tersisa dan menerima pengobatan dengan plasebo.
Setelah satu bulan, 13,9 persen pasien yang mengkonsumsi remdesivir meninggal dibandingkan dengan 12,8 persen dari mereka yang menerima pengobatan plasebo.
Percobaan remdesivir dihentikan lebih awal karena ada laporan efek samping.
“Remdesivir tidak dikaitkan dengan manfaat klinis atau virologi,” demikian ringkasan studi.
Namun Gilead Sciences menilai, ada salah tafsir oleh WHO atas studi uji coba remdesivir.