Pembeli dari 4 Benua Pesan APD Corona Buatan Indonesia
Masyarakat dunia tengah sibuk menghadapi pandemi virus Corona 2019 atau Covid-19. Data sampai Kamis (22/4) pukul 17.30 WIB
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Jadi hanya tinggal keterbukaan informasi dari pemerintah saja mengenai kualitas APD anak bangsa. Dalam artian, berapa sebetulnya permintaan riil. Jangan-jangan nanti, kami mengembangkan usaha, tetapi permintaan tidak tepat.
Bagaimana soal ketersediaa bahan baku?
Kalau soal ketersediaan benang dan kain, Indonesia sudah sangat cukup untuk kapasitas produksi dalam negeri. Hanya cairan kimianya, dan Cotton Rolls, kapas, kita masih butuh impor dari negara lain.
Jadi sebenarnya Indonesia tidak perlu impor masker?
Tentu saja untuk soal kuantias dan kualitas kita, Indonesia mampu memproduksi APD sendiri. Kualitas kita juga sudah diakui negara lain dan dapat bersaing dengan masker dari negara-negara maju
Sebagai pengusaha nasional, dan memimpin puluhan perusahaan denagn pekerja 38 ribu, tentu bukan persoalan mudah. Anda belakangan ini pasti sangat sibuk ya mempersiapkan pesanan dari banyak negara? Bagaimana mengatur keseimbangan waktu wanita karier dengan seorang ibu?
Sejak Covid-19, hidup saya sudah tidak bisa lagi seimbang, seperti dulu. Kalau dulu keluarga, olahraga, dan pekerjaan itu dapat porsi yang sama. Namun sejak wabah ini saya lebih perbanyak fokus di pekerjaan. Karena wabah ini memang hanya dapat dihadapi dengan cara kerjasama dan disiplin. Tanpa itu kita tidak akan bisa menghalau kenaikan kurva penularan Covid-19.
Ada komplain dari keluarga karena sibuk urusi bisnis yang terlibat dalam penanganan Covid-19?
Kalau anak-anak saya kebetulan sudah dewasa semua. Anak saya dua, ada yang umur 20 tahun dan 22 tahun. Keduanya sekolah di Amerika Serikat. Jadi kami lebih sering berkomunikasi dengan menggunkan teknologi. Sejauh ini anak-anak dan suami saya mengerti dengan kesibukan saya. Karena kesibukan saya bukan untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan banyak orang.
Apa hikmah yang anda dapat dari wabah virus Corona ini?
Sejak terjadi di Wuhan, Hubei, China saya berpikir bahwa ini suatu peringatan dari Tuhan. Tuhan ingin mengingatkan kita bahwa hidup ini bukan hanya soal uang dan karir. Namun hidup juga harus memberikan legacy nyata untuk sesama manusia.
Sehingga ketika kita dipanggil Tuhan entah karena virus ini atau bukan, kita sudah bisa mempertanggungjawabkan apa yang sudah kita perbuat untuk umat manusia.
Ada pesan untuk kalangan pengusaha yang terpuruk akibat wabah Corona ini, katakanlah langkah-langkah menghadapi fenomena terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal?
Memang setiap sektor usaha berbeda satu sama lain. Ada yang bisa berevolusi dari wabah ini ada yang memang benar-benar harus terpuruk. Namun pesan saya satu terhadap pengusaha yang bisa bertahan di tengah wabah ini. Kita harus mampu berkerja sama satu sama lain dengan pegawai kita.
Apa yang dapat diperbuat oleh perusahaan baik secara kualitatif dan kuantitatif terhadap penurunan jumlah penularan wabah ini. Misalnya saja dengan mulai menerapkan hidup higenis dan physical distancing dalam setiap proses produksi. Karena kalau company kita sehat maka usaha kita juga tetap dapat berlangsung dan pegawai bisa tetap makan dan berkerja. (Warta Kota/desy selviany)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menjahit-apd.jpg)