Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Indonesia

Test RT-PCR Kit, Indonesia Produksi 100.000 untuk Deteksi Covid-19

Kerja sama antara Bio Farma dengan BPPT, sejumlah kementerian, universitas, lembaga pendidikan

Editor: Glendi Manengal
net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BANDUNG - Kerja sama  antara Bio Farma dengan BPPT, sejumlah kementerian, universitas, lembaga pendidikan, hingga startup mengembangkan test berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT- PCR).

Mengenai hal tersebut RT-PCR buatan dalam negeri tersebut digunakan untuk mendeteksi Covid-19.

Direncanakan, sebanyak 4.000 kit diganostis yang dapat memeriksa 100.000 sampel akan diproduksi dalam dua pekan oleh Bio Farma.

Resmi: Presiden Jokowi Larang Seluruh Masyarakat Mudik

“Metodenya dengan pemeriksaan dari sampel swab yang berasal dari pasien yang terduga terpapar oleh Covid-19,” ujar Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (21/4/2020).

Honesti mengatakan, Bio Farma memiliki kapasitas produksi terpasang 15.000 test per hari. Untuk tahap awal, 50.000 test atau setara 2000 kit akan diproduksi Mei 2020.

Tak lama berselang, Bio Farma akan memenuhi kapasitas produksinya sebanyak 4.000 kit atau setara 100.000 test.

Tes Kit berbasis RT-PCR ini telah memenuhi Golden Standard dalam pemeriksaan Covid-19. Sekaligus penentuan penegakkan diagnosis status positif atau negatif dari sampel swab pasien yang diduga terpapar Covid-19.

Keterlibatan Bio Farma dalam produksi RT-PCR kit ini, tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Nomor 72 Tahun 2020 tentang Task Force dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19 (TFRIC19).

Negaranya Berhasil Atasi Pandemi Covid-19, Presiden Taiwan Berbagi Strategi Mencegah Wabah Corona

“Keterlibatan kami khususnya dalam sub Group task force Rapid Test Diagnosis berbasis quantitative polymerase chain reaction (qPCR),” ungkap dia.

Untuk itu pihaknya akan menjalankan perannya sesuai dengan kompetensinya. Antara lain membuat kit diagnostik berbasis PCR, produksi dan packaging, quality control sekaligus validasinya serta registrasi untuk mendapatkam izin edarnya.

Bio Farma juga berperan aktif dalam distribusi kit ini ke seluruh fasilitas kesehatan rujukan pemerintah yang berada di seluruh pelosok Indonesia.

“Prototype akan kami terima dalam waktu dekat ini dari perusahaan startup asal Indonesia Nusantics,” imbuhnya.

Produksi massal
Bio Farma juga akan memanfaatkan fasilitas produksi yang ada dengan memproduksi massal dalam jumlah besar.

55 Orang PNS Positif Covid-19, Akibat Bertambahnya Kasus Corona WFH Diperpanjang hingga 13 Mei

“Setidaknya dalam dua minggu akan menghasilkan 4.000 kit atau setara dengan 100.000 tes,” tuturnya.

Ia berharap, tes kit berbasis qPCR ini, dapat membantu pemerintah dalam percepatan penanganan menghadapi pandemik Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved