Update Virus Corona Dunia
Penyebab Kematian Pria Akibat Virus Corona Lebih Tinggi, Merokok Cara Pertama Penularan Covid-19
Angka tersebut termasuk meninggal 165.069 dan 625.127 sembuh berdasarkan data Worldometer.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Angka kasus virus corona terus meningkat kendati jumlah kesembuhan masih lebih banyak dari kematian.
Sebanyak 2.407.339 kasus corona menyebar ke Seluruh Dunia hingga Senin 20 April 2020 siang.
Angka tersebut termasuk meninggal 165.069 dan 625.127 sembuh berdasarkan data Worldometer.
Follow Instagram Tribun Manado
Angka kasus kematian akibat Covid-19 ini banyak terjadi pada pria.
Tren ini telah direplikasi di semua negara, akan tetapi, para ilmuwan belum bisa memahami penyebabnya.
Namun, berdasarkan sejumlah studi yang dilakukan, faktor risiko Covid-19 ini umumnya didasarkan pada usia dan kondisi kesehatan.
Akan tetapi, seperti dilansir dari The Guardian, Minggu (19/4/2020), Covid-19 semakin jelas mendeskriminasi berdasarkan jenis kelamin.
Berdasarkan data terbaru dari Kantor Statistik Nasional di Inggris menunjukkan laki-laki hampir dua kali lebih mungkin meninggal akibat penyakit Covid-19 yang disebabkan infeksi virus corona, SARS-CoV-2.
Pertama kali, tren ini terlihat di China, di mana dalam suatu analisis menemukan tingkat kematian pada pria yang terinfeksi Covid-19 sebesar 2,8 persen.
Sedangkan pada wanita, potensi kematian akibat virus corona ini hanya mencapai 1,7 persen.
Sejak itu, pola tersebut telah terjadi juga di Perancis, Jerman, Italia, Iran, Korea Selatan dan sekarang di Inggris.
Di Italia, sebanyak 71 persen kematian akibat virus corona terjadi pada pria.
Sedangkan di Spanyol, data terbaru yang dirilis menunjukkan jumlah pria yang meninggal dua kali lebih dibandingkan wanita.
Sementara itu, di Inggris tercatat dari 4.122 kematian yang terdaftar, jumlah kematian pada pria sebanyak 2.523 kematian dan pada wanita ada 1.599 kematian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-merokok-membahayakan-tubuhmu.jpg)