Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Indonesia

Ibu Ini Menangis, Keluarganya Tahan Lapar 2 Hari, Minta Bantuan Pada Pemerintah Malah Ditolak

Keluarga ini terpaksa menahan lapar karena tidak bisa membeli makanan dan belum mendapat bantuan, karena Covid-19.

Editor: Rhendi Umar
Youtube Kompas TV
Yuli menangis tersedu-sedu saat membagikan cerita keluarganya yang kelaparan karena terdampak pandemi Virus Corona. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga ini terpaksa menahan lapar karena tidak bisa membeli makanan dan belum mendapat bantuan, karena Covid-19.

Dilansir TribunWow.com dari tayangan KompasTV, Senin (20/4/2020), keluarga itu mengaku kelaparan, setelah tidak makan selama dua hari.

Mereka pernah mengajukan permintaan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun ditolak karena sejumlah alasan.

Pasangan Kholid dan Yuli serta keempat anaknya itu harus mengalami kondisi memprihatinkan akibat tidak bisa membeli bahan makanan, lantaran tak memiliki uang.

Sehari-hari, Kholid berprofesi sebagai pemulung, sedangkan Yuli sebagai pegawai lepas.

Namun selama pandemi Virus Corona ini, penghasilan keduanya menurun drastis, bahkan ada kalanya mereka sama sekali tidak bisa mendapatkan uang.

Sang ibu, Yuli, menyatakan keluarganya belum makan selama dua hari sebagai akibat pandemi Virus Corona.

Sambil menangis, Yuli yang sedang menggendong anaknya menuturkan keadaan keluarga mereka.

Saat ditanya berapa hari dirinya dan keluarga belum makan, Yuli menjawab dengan tersedu bahwa mereka belum makan selama dua hari.

"Dua hari. Cuma diam aja, sampai saya sedih, abah nyuruh 'Sabar ya ma' sambil dielus-elus gitu," kata Yuli sembari terisak.

Ia mengaku belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah karena masih dianggap mendapat gaji dari dinas.

Padahal ia hanya pekerja lepas yang digaji harian, sehingga saat ia tidak bekerja seperti sekarang, Yuli sama sekali tidak mendapat pemasukan.

"Belum ada, saya udah ngajuin, kalau yang masih dapat gaji mah enggak dikasih tambahnya, bilangnya 'Enggak di-acc (diterima) dari awal', katanya 'Karena kan kerjanya di dinas'," tutur Yuli.

"Padahal kan bukan dinas, ini mah wiraswasta," imbuhnya.

Yuli mengaku mendapat gaji Rp 25.000 tiap harinya, namun ia tidak akan mendapat bayaran bila tidak masuk meskipun dengan alasan sakit.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved