Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Terungkap, Ternyata Ini Penyebab 1.290 Kematian Baru karena Virus Corona di China

Dilaporkan ada sebanyak 1.290 kematian di Wuhan, China beserta tambahan kasus baru sebanyak 325 kasus positif virus corona.

Tayang:
(Xinhua/Xiongci)
Saat dunia termasuk Indonesia sedang panik corona, kini intelijen Israel bongkar rahasia China terkait virus corona yang selama ini ditutupi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – China Kembali Laporkan Kasus Kematian Virus Corona 1.290 Orang.

Setelah tak lagi melaporkan adanya kasus kematian akibat virus corona selama beberapa waktu, pada Jumat (17/04/2020)  China kembali melaporkan adanya kasus kematian karena Covid-19. 

Dilaporkan ada sebanyak 1.290 kematian di Wuhan, China beserta tambahan kasus baru sebanyak 325 kasus positif virus corona.

Sebagaimana diketahui, Wuhan merupakan kota yang diduga sebagai asal virus corona sempat memberlakukan lockdown pada 23 Januari 2020. Lockdown sendiri baru dibuka pada 8 April 2020 lalu.

China Kembali Laporkan Kasus Kematian Virus Corona 1.290 Orang, Penyebabnya Terungkap

Apa penyebabnya?

Melansir dari BBC, pejabat Wuhan membantah ada yang mereka tutupi terkait jumlah kasus  virus corona yang sebenarnya.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Jumat (17/4/2020), para pejabat di Wuhan mengatakan angka-angka yang direvisi merupakan hasil data baru yang diterima dari berbagai sumber termasuk catatan yang disimpan oleh rumah duka dan penjara.

Termasuk kematian terkait dengan virus di luar rumah sakit seperti orang yang meninggal di rumah yang tak sempat tercatat sebelumnya.

"Verifikasi statistik mengikuti upaya pihak berwenang untuk memastikan bahwa informasi tentang epidemi Covid-19 kota terbuka, transparan dan datanya akurat,” kata pernyataan itu.

Laporan itu juga menyebut bahwa sistem kesehatan awalnya kewalahan sehingga kasus dilaporkan secara keliru.

“Kekurangan kapasitas pengujian pada tahap awal berarti bahwa banyak pasien yang terinfeksi namun tidak diperhitungkan,” jelas pernyataan itu lagi.

Erick Thohir Sebut Ada Mafia Besar, Indonesia Sibuk Impor Alkes: Tak Berusaha Bangun Industri Negeri

Pendataan komprehensif

Terkait hal itu, seorang juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China, Mi Feng mengatakan jumlah kematian baru tersebut muncul usai dilakukan tinjauan komprehensif data epidemi.

Sementara itu, dalam konferensi pers hariannya, Kementerian Luar Negeri membantah tuduhan Presiden AS Donald Trump yang menyebut China menutup-nutupi kasus.

"Kami tidak akan pernah membiarkan penyembunyian," kata juru bicara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved