Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Kartini 2020

Kisah Hidup RA Kartini hingga Diterbitkannya Buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'

Meski telah menikah, Kartini tetap berjuang memperhatikan kaumnya. Kaum perempuan.

tribunnews.com
RA Kartini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok RA Kartini adalah pejuang emansipasi wanita di Indonesia.

 Karena perjuangannya membela hak kaum perempuan, Kartini ditetapkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Bahkan hari lahirnya, tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini.

Berikut biografi Raden Ajeng Kartini seperti yang dilansir Tribunmanado dari Kompas.com: 

Pada zaman penjajahan, terjadi diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Kartini yang merasa terbebani dengan kondisi itu mulai bergerak mengerahkan semua kekuatannya untuk membela kaum hawa.

Dilansir dari Kompas.com, Kartini lahir di Rembang pada 21 April 1879.

Pada zamannya, perempuan tidak diperbolehkan mendapatkan pendidikan.

Hanya perempuan bangsawan yang berhak memperoleh pendidikan.

Beruntung, Kartini bisa mengikuti pendidikan di ELS (Europes Lagere School).

Karena saat itu, Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat, ayah Kartini menjabat sebagai Bupati Jepara.

Sayangnya, Kartini hanya bisa memperoleh pendidikan hingga berusia 12 tahun.

Menurut tradisi jawa, anak perempuan harus tinggal di rumah sejak usia 12 tahun hingga menikah.

Kartini sebenarnya punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan.

Ia ingin mendapatkan hak yang sederajat dengan pria dalam hal pendidikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved