Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Sulut

BREAKING NEWS, Kasus Virus Corona di Sulawesi Utara Bertambah jadi 20 Pasien

Data terbaru kasus virus corona di Indonesia, kembali diinformasikan pemerintah lewat website https://www.covid19.go.id, pada Sabtu 18 April 2020.

Editor: Rhendi Umar
istimewa
Peta Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Data terbaru kasus virus corona di Indonesia, kembali diinformasikan pemerintah lewat website https://www.covid19.go.id, pada Sabtu 18 April 2020.

Untuk daerah Sulawesi Utara terjadi penambahan pasien yang terkonfirmasi virus corona.

Setelah data sebelumnya hanya 18 pasien, kini bertambah 2 pasien menjadi 20.

Untuk data pasien sembuh masih 5 orang dan meninggal 2 orang  

Klik link covid19.go.id untuk bisa melihat data selengkapnya.

WHO Sebut Belum Ada Bukti Jika Pasien yang Sudah Pulih Punya Kekebalan Tubuh atas Covid-19

Pemerintah Inggris dilaporkan sudah membeli 3,5 juta unit tes serologi, yang menentukan level antibodi di dalam plasma darah.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyatakan, sejauh ini belum ada bukti bahwa pasien yang pulih dari Covid-19 mempunyai kekebalan tubuh atas wabah itu.

Namun, epidemiologis WHO menerangkan, saat ini belum ada bukti tes antibodi itu bisa menunjukkan seseorang yang terinfeksi Covid-19 tak akan terpapar lagi.

 Bantu Petani Terdampak Covid-19 di Amerika Serikat, Trump Kucurkan Rp 296,3 Triliun

Banyak dari tes yang dikembangkan itu adalah tes darah kecil, mirip tes HIV instan, dan dipakai untuk mengukur kadar antibodi untuk melawan virus.

Dalam konferensi pers virtual di Jenewa, Dr Maria van Kerkhove berujar, banyak negara mengusulkan penggunaan rapid diagnostic tes serologi.

Dilansir Sky News, Sabtu (18/4/2020), Van Kerkhove mengatakan, penggunaan tes itu untuk mengukur apa yang mereka kira adalah imunitas melawan Covid-19.

"Saat ini, kami belum punya bukti penggunaan tes serologi bisa menunjukkan seseorang punya kekebalan tubuh dan tak akan terinfeksi lagi," papar dia.

Van Kerkhove menjelaskan, alat tersebut dipergunakan untuk mengukur seroprevalence, atau kadar antibodi. Namun, bukan berarti mereka imun dari virus corona.

Dia mengapresiasi jika ada banyak tes yang dikembangkan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved