Update Virus Corona Indonesia
Nekat Masuk Kampung yang Tengah Lockdown, Maling Motor Hilang Jalan, Ketangkap, Dibogem Warga
Maling motor apes, tersesat di kampung lockdown. Ditangkap warga dan dapat bogem mentah serta tendangan sebelum diserakan ke pihak berwajib.
TRIBUNMANADO.CO.ID, DEPOK - Maling motor nekat masuk di kampung yang tengah menerapkan lockdown.
Ia tertangkap di RT 003 RW 019, Jalan Pitara, Depok, Jawa Barat pada Minggu (12/4/2020) siang.
Maling apes ini masuk ke kampung yang dijaga ketat karena pandemi Covid-19.
Informasi itu mulanya viral setelah video penangkapan oleh warga dimuat dalam akun Instagram @depok24jam, dengan judul "Maling Kabur ke Lokasi Lokdon ( Lockdown)".
Diceritakan di sana, maling yang terdiri dari dua orang tersebut mencuri sepeda motor matic Yamaha Mio hijau pada tengah hari di tempat lain.
Panik dikejar warga, ia masuk ke kampung RT 009 RW 013, tetapi malah hilang jalan alias menemui jalan buntu sebelum ditangkap warga.
Perekam pertistiwa tersebut, Anisa Eka Pratiwi mengungkapkan bahwa kampung tempatnya tinggal memang telah dijaga lumayan ketat sehubungan dengan upaya memutus pandemi Covid-19.
Hanya ada dua akses keluar-masuk resmi yang tersisa, yang keduanya dijaga oleh petugas keamanan.
Tadinya, ada lebih dari dua akses keluar-masuk yang cukup lebar untuk dilewati kendaraan. Kini, karena pengetatan tersebut, akses tersisa hanya gang senggol.
"Daerah rumah saya, depan gang, memang sudah dijaga dari kemarin terkait virus corona. Jadi, yang masuk suruh cuci tangan dulu dan sebagainya," kata Anisa kepada Kompas.com, Senin (13/4/2020) pagi.
"Nah ini saya kepikiran, si malingnya sempat disuruh cuci tangan dulu atau enggak ya?" ujar dia berseloroh.
Bingung mencari jalan keluar dengan bayang-bayang kejaran warga, kedua maling itu diduga berulang kali menemui jalan buntu.
Lantaran memang tak tahu jalan juga, akhirnya mereka tersudut dan pilih meninggalkan motor curiannya di jalan buntu yang berbatasan dengan sawah dan rawa.
Keduanya berpencar. Satu ditangkap warga, satu lagi lolos.
"Jalan buntunya (yang terakhir) bukan tidak bisa lewat karena tembok, tapi jalan buntu yang ke sananya kebun dan bekas sawah, rawa mungkin ya," ujar Anisa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-maling-sepeda-motor-347234.jpg)